MEMBERIKAN perhatian yang cukup kepada buah hatinya, tentu menjadi tugas utama orang tua. Tak hanya mendidik dengan baik, orang tua wajib memberikan contoh yang baik untuk tumbuh kembang si anak.
Namun, beberapa kebiasaan orang tua di jaman modernisasi seperti ini, justru telah beralih ke kebiasaan negatif. Mereka pulang ke rumah setelah seharian bekerja dan lebih memilih mengeluarkan handphonenya untuk melakukan chatting.
Sementara itu, sang anak yang masih kecil telah menunggu sepanjang hari untuk bercerita kepada ibunya tentang sahabatnya dan mencoba untuk mendapatkan perhatiannya. Meski cerita sang anak dijawab, namun sang ibu masih tidak dapat lepas dari ponselnya. Merasa diabaikan, sang anak lantas pergi meninggalkan sang ibu dan menghibur dirinya dengan bermain gadget.
Tak bisa dipungkiri, hal semacam inilah yang kerap melanda masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Orang tua biasanya mewanti-wanti anaknya agar tidak kecanduan gadget. Namun, tanpa disadari merekalah yang sebenarnya merusak psikologis anak dengan kurangnya perhatian.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Development Science, penggunaan perangkat seluler dapat memiliki dampak negatif pada fungsi sosial-emosional bayi dan interaksi terhadap orang tua dan anak. Anda sering memperhatikan bahwa anak-anak dan orang tua yang sibuk dengan ponsel mereka, cenderung lebih berisik dan mudah tersinggung di tempat umum.