Namun sayangnya, depresi nantinya dapat memicu dampak besar bagi kesehatan janin. Oleh karenanya, sang ibu harus melawan perasaan tersebut.
Untuk penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open, tim menganalisis data dari 2.390 wanita hamil berusia antara 19 dan 24 tahun. Studi dilakukan antara 1990 hingga 1992. Analisis menunjukkan bahwa 17% wanita dari generasi pertama menderita depresi saat hamil. Kemudian hasilnya naik 25% untuk ibu yang lebih muda.
Lebih lanjut, penelitian ini juga menunjukkan bahwa jika ibu menderita depresi selama kehamilan, kemudian melahirkan anak perempuan, mereka mungkin tiga kali lebih berisiko depresi.
"Dalam 25 tahun terakhir banyak wanita muda hamil dan mereka berambisi besar. Mereka sering mengalami depresi dan dampaknya tidak baik untuk dirinya dan sang janin," tutup Pearson.
(Dinno Baskoro)