Tidur Pakai Selimut Meski Udara Panas Bisa Bikin Bahagia, Ini Penjelasannya

Annisa Aprilia, Jurnalis
Selasa 10 Juli 2018 08:33 WIB
Ilustrasi (Foto: Popsugar)
Share :

BELAKANGAN ini suhu udara di Indonesia turun, efek fenomena puncak kemarau yang terjadi sekitar Juli-Agustus. Beberapa daerah bahkan dikabarkan mengalami suhu cukup rendah kurang dari 15 derajat celcius.

Saat suhu udara dingin seperti sekarang ini memang lebih nyenyak dan nyaman tidur mengenakan selimut yang tebal. Terlepas dari fenomena suhu udara yang rendah di Indonesia, ternyata selimut sudah dikenakan bahkan sejak 3.500 SM di Mesir, yang semula berbahan linen, dilansir dari laman Atlas Obscura, Selasa (10/7/2018).

Pada abad pertengahan di Eropa penutup tempat tidur atau seprai dan selimut khusus untuk orang kaya. Namun, seiring perkembangan zaman, pada periode modern awal di Eropa akhirnya diproduksilah selimut dan seprai lebih banyak, sehingga orang kelas menengah pun bisa membelinya.

 (Baca Juga:Ini Dia Dukagjin Lipa, Ayah Dua Lipa yang Tampannya Bikin Salah Fokus)

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya