BANYAK orang yang takut mengonsumsi suplemen dan obat-obatan secara bersamaan. Hal itu tidaklah salah sebab keduanya dapat menimbulkan reaksi yang berbahaya. Akan tetapi, ada pula obat dan suplemen yang bisa dikonsumsi bersamaan untuk melawan penyakit dan meningkatkan kesehatan.
Melansir Mirror, Selasa (3/7/2018), inilah obat dan suplemen yang bisa dikonsumsi bersamaan:
Baca juga: Kemenkes Instruksikan BPOM Cabut Izin Edar Susu Kental Manis, Ini Alasannya!
Probiotik dan antibiotik
Antibiotik dapat membunuh bakteri berbahaya, tetapi kadang-kadang bisa juga terlalu efektif sehingga membunuh bakteri sehat yang hidup di usus. Kondisi ini dapat menyebabkan diare. Maka dari itu, konsumsi suplemen yang mengandung probiotik dibutuhkan guna mengurangi risiko diare dan mencegah infeksi Clostridium difficile (C.diff). Namun, diperlukan jeda beberapa jam untuk mengonsumsi antibiotik dan suplemen probiotik.
Asam omega-3 dan obat-obatan radang sendi
Penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh jenis radang sendi tertentu . Asam lemak omega-3 dapat diminum dengan aman bersama obat anti-radang sendi. Usahakan untuk menghindari minyak ikan karena dapat menyebabkan overdosis vitamin A.
Baca juga: Nila Moeloek Beberkan Penyebab Stunting di Luar Faktor Kesehatan
Vitamin B dan antidepresan
Depresi telah dikaitkan dengan tingginya kadar homosistein asam amino dalam darah. Sementara vitamin B terkenal dengan sifatnya yang dapat menurunkan homosistein. Maka dari itu, konsumsi suplemen vitamin B dan obat antidepresan secara bersamaan disarankan untuk membantu memerangi perubahan suasana hati yang rendah.
Vitamin C dan pil kontrasepsi
Konsumsi pil kontrasepsi dapat menurunkan kadar vitamin C karena hormon dalam pil menghalangi penyerapan vitamin. Padahal vitamin C sangat penting untuk kesehatan tulang, kulit, pembuluh darah, dan jaringan lainnya. Masalah ini dapat diatasidengan suplemen vitamin C tapi harus dikonsultasikan dengan dokter. Sebab dapat meningkatkan efek samping yang terkait dengan estrogen seperti sakit kepala, dan kembung.
Baca juga: Harus Rajin Dicuci Ya, Lap Dapur Itu Sarang Bakteri dan Kuman Penyakit
Vitamin D dan steroid
Orang yang mengonsumsi kortikosteroid oral untuk penyakit seperti lupus, arthritis, multiple sclerosis, ruam kulit, dan asma memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk kekurangan vitamin D. Untuk memperbaiki kondisi ini diperlukan suplemen vitamin D. Suplemen vitamin D aman dikonsumsi bersama obat kortikosteroid namun tidak boleh dikonsumsi dengan obat penurun kolesterol, obat tekanan darah, atau diuretik.
(Fakhri Rezy)