Salah satu yang menjadi pusat perhatian dari uji klinik tahap 3 obat Covid-19 Unair adalah adanya efek samping. Menjadi kekhawatiran tersendiri ketika obat kombinasi baru ternyata memiliki efek samping.
Informasi ini beredar setelah Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito menjelaskan bahwa hasil uji klinik tahap 3 obat Covid-19 Unair sudah ada di tangan timnya. Dia menjelaskan, perlu kehati-hatian dalam pengambilan keputusan dari hasil uji klinik ini, mengingat penggunaan obat kombinasi baru yang tidak tepat akan mengakibatkan risiko efek samping, resistensi, dan biaya yang tidak perlu.
"Hal lain yang perlu menjadi perhatian dalam memproduksi obat adalah bahwa obat kombinasi tersebut harus dapat diformulasi dengan baik dan tidak menimbulkan inkompatibilitas baik secara kimia maupun fisik. Industri Farmasi yang akan memproduksi harus telah memiliki sertifikat Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB)," tutur Penny di konferensi pers Perkembangan Uji Klinik Obat Kombinasi Baru untuk Covid-19, Rabu (19/8/2020).

Di sisi lain, Anggota KOMNAS Penilai Obat Prof. Rianto Setiabudi, Sp.FK (K) menjelaskan bahwa efek samping yang melekat di suatu obat merupakan bukan faktor satu-satunya untuk tim penilai menolak obat tersebut. "Itu karena, yang kami timbang adalah pertimbangan risk benefit," paparnya di momen yang sama.