Melansir dari situs resmi Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina), berbeda dengan kebaya dari budaya Jawa, kebaya pernakan memiliki warna yang lebih cerah seperti hijau tosca, merah jambu, dan lainnya. Kebaya dari budaya Jawa lebih terpengaruh dari noni-noni peranakan Belanda yang berwarna putih dan menggunakan renda.
Desainer Musa Widyatmodjo pada 2015 kepada Okezone menuturkan, warna cerah tersebut biasa disebut sebagai kebaya encim. Aksesorisnya biasa pakai konde dan tusuk konde. Pemakaian kebaya nyonya atau encim pun memiliki pakem tersendiri. Beberapa pilihan warna ternyata memiliki makna khusus.
Warna putih-biru dari kebaya encim dihubungkan dengan duka cita atau berkabung. Pemaknaan tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat China bahwa warna putih dikenakan saat berkabung atau duka cita.
(Dinno Baskoro)