LETAK dan fungsi Jakarta saat bernama Batavia sebagai pelabuhan utama membawa dampak positif, yakni percampuran budaya atau akulturasi budaya. Salah satu wujuh akulturasi budaya tersebut adalah kebaya peranakan Tionghoa atau yang lazim disebut kebaya encim.
Dinukil dari situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (23/6/2018), kebaya encim merupakan kebaya asli Betawi yang hanya diperuntukkan bagi golongan nyai-nyai. Karena harganya mahal, maka masyarakat Betawi yang ekonominya lemah tidak mampu membelinya.
Orang China yang pandai bergaul mencoba mengadaptasi pakaian asli Betawi tersebut. Dengan mengenakan pakaian tersebut, masyarakat China dan peranakannya berharap bisa diterima dan menjadi bagian dari penduduk asli.
Karena secara ekonomi orang-orang China lebih baik, maka lebih banyak yang mengenakan kebaya tersebut. Nah, masyarakat asli saat itu sering menyebut kebaya itu sebagai kebaya encim.