Semakin lama, para penduduk Pondol semakin berkembang dan akhirnya sebagian dari mereka pindah ke utara, di dekat muara sungai yang sekarang merupakan kawasan pelabuhan Manado. Di lokasi yang baru itu mereka menetap dan menamakan tempat itu sebagai Kampung Ternate.
Namun dikarenakan abrasi pantai, mereka kembali pindah sedikit masuk ke dalam hutan, wilayah yang sekarang bernama Kampung Ketang Baru dan Kampung Ternate Baru.
Masjid Al Muttaqin sendiri akibat abrasi pantai, dipindahkan ke lokasinya yang sekarang sekitar tahun 1790. Sayangnya peninggalan-peninggalan benda sejarah dari Masjid ini sudah tidak ada lagi karena Masjid pernah hancur terkena bom pada masa perang dunia ke II.
"Karena di sini dahulu merupakan pusat komunikasi, pada zaman Jepang itu kampung ini disebut Pondol Weh atau Pondol kabel sehingga dihancurkan sekutu, hancur sampai dengan Masjid," tambah Al Buchari