[Baca Juga: Tips Puasa Ramadan agar Tidak Sia-Sia]
Dalam kitab I’anatu Thalibin pada bab puasa, keterangan senada juga ditemukan. “Niat itu dengan hati, dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi mengucapkan niat itu disunahkan,” Sayid Bakri, I’anatu Thalibin, Surabaya, Hidayah, halaman 221.
Niat itu harus dilakukan dalam hati dan melafazkan niat puasa Ramadan adalah sunah, dengan kata lain ketika seseorang niat puasa Ramadan hanya dalam hati tanpa mengucapkannya sudah cukup dan sah baginya niat puasa, karena mengucapkannya niat adalah sunah dengan tujuan untuk menuntun hati dalam niat lewat ucapan.
(Abu Sahma Pane)