Baca juga: Bertahun-tahun Belajar Agama, Kiper Timnas Swedia Akhirnya Masuk Islam
Peradangan kronis ini dikaitkan dengan obesitas, sindrom metabolik, penyakit kardiovaskular, dan penyakit lainnya. Meskipun telah tersedia obat-obat anti inflamasi, seperti aspirin, naproksen, hidrokortison, dan prednison, pengonsumsian yoghurt secara rutin bisa menghindari obat-obatan tersebut.
Pengonsumsian obat-obatan anti inflamasi memiliki risiko dan efek samping tersendiri. Selama dua dekade terakhir para ilmuwan telah melihat ada berbagai alternatif, yang lebih aman dan jangka panjang.
Kata Dr. Bolling yoghurt atau produk susu lebih menjanjikan untuk melawan peradangan berbahaya dan ada kaitannya dengan kesehatan usus. Yoghurt sendiri dibuat dengan memasukkan bakteri baik ke dalam susu, yang menyebabkannya terfermentasi.