Ia mengatakan bahan untuk membuat sala lauk lembut sama dengan sala pada umumnya, sedangkan cara membuatnya berbeda. Untuk membuat sala lauk lembut yaitu tepung beras dan diberi air mendidih, lalu didiamkan semalam.
Paginya, adonan diberi rempah-rempah dan bumbu serta ikan yang dihaluskan. Namun ikan yang digunakan bukan ikan asin.
Untuk memasak sala ini, tidak seperti sala bulat yang harus dibulatkan sehingga adonannya lebih lunak daripada sala lauk bulat. Adonan yang telah siap tinggal diambil dengan ukuran lebih kecil dari sala bulat dan langsung digoreng.
"Rata-rata jual beli bisa mencapai Rp1,2 juta per hari, dan hal itu bisa tiga kali lipat apabila memasuki hari libur," ujarnya.
Menurutnya semua ikan dapat dijadikan sala sehingga orang dapat merasakan sala yang bervariasi. Karena variasi tersebut, beberapa tahun lalu Mira menjadi pemenang pada perlombaan tentang sala lauk yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat.
Pada bulan Ramadhan, sala tetap menjadi idola. Di antara berbagai makanan yang dijajakan di Pasar "Pabukoan" sala senantiasa berada di sana dan memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ibarat kata apapun makanan dan minumannya, camilannya tetap sala lauak.
Tak heran ketika masuk bulan puasa, warga menjadi pedagang dadakan menjual sala sebagai pekerjaan sambilan sehingga mereka dapat pula mencicipi sala buatan sendiri untuk hidangan berbuka puasa.
[Baca Juga: Ke Padang, Jangan Lupa Cicipi Beledang Goreng]
(Abu Sahma Pane)