PADA musim panas anak sekolah di Inggris mendapat jatah libur enam minggu. Engela Epstein, jurnalis yang juga seorang ibu mengkritisi hal itu karena ia menilai lamanya waktu libur sekolah tak selamainya baik untuk anak.
Dia menulis di laman The Telegraph mengenai kegelisahan akan lamanya waktu libur sekolah. Banyak anak yang menghabiskan waktu dengan bermain begitu saja. Untuk itu, banyak orangtua yang rela merogoh koceknya untuk memasukkan anak mereka ke berbagai camp .
Baginya anak-anak berkembang karena bersosialisasi dengan teman sebayanya. “Sempurna hasilnya anak-anak pulang ke rumah dengan perasaan bersemangat, walaupun kelelahan. Saya bisa bekerja menikmati lebih banyak waktu bersama mereka juga dengan jadwal yang teratur,” ungkap Epstein.
Hari libur sekolah di Inggris merupakan peninggalan zaman Victoria kuno. Itu merupakan suatu keharusan bagi ekonomi pertanian abad ke-19 ketika sekolah membutuhkan liburan musim panas yang panjang agar anak-anak dapat bekerja keras di ladang.