SUKU-SUKU di Indonesia memiliki beragam budaya dan ritual yang hingga kini masih dipertahankan. Hasil warisan para leluhur itu juga masih dilestarikan oleh warga Desa Akelamo.
Pada gelaran Festival Teluk Jailolo 2018 (FTJ), tepatnya pada Selasa, 1 Mei 2018, menampilkan prosesi peresmian rumah adat Suku Sahu Jai Talai Padasua di Desa Akelamo, Kecamatan Jailolo. Pada prosesi yang diadakan siang hari di hari kedua festival yang bertema Pesona Budaya Kepulauan Rempah ini, juga turut dihadiri oleh Bupati Halmahera Barat yaitu Danny Missy, Ketua Adat Jio Talai Padusua, Robinso Missy, jajaran Forkompimda Halmahera Barat, pimpinan SKPD dan tamu istimewa dari Negeri Jiran, Datuk Zulkifli Mohamad, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Baca juga: Terlalu Sering Minum Air Lemon, Ini Efek Buruk yang Mungkin Anda Alami
Selain meresmikan rumah adat, prosesi tersebut juga menjadi momen yang dimanfaatkan masyarakat Halmahera Barat dalam merawat, melestarikan, dan mempromosikan warisan budaya. Suku Sahu sendiri bermukim di Desa Akelamo, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, ketika meresmikan rumah adat atau yang disebut sasadu, diisi oleh prosesi pemasangan bumbungan atap rumah adat atau dalam bahasa lokal disebut sibere wanat sasadu.
Prosesi peresmian rumah adat ini berlangsung di sasadu atau rumah adat suku Sahu, di Desa Akelamo. Rangkaian prosesi diawali dengan pengucapan do'a dari salah satu tokoh adat.
Kemudian, wanat sasadu atau bumbungan atap rumah, yang terbuat dari daun pohon sagu, dilapisi bambu, dan diikat dengan tali gumutu, tali yang terbuat dari serabut pohon enau pun siap untuk dinaikan. Di atas rumah sudah ada beberapa orang pria yang menunggu untuk menarik wanat atau bumbungan.
Para lelaki menarik wanat atau bumbungan menggunakan tali, wanat ditarik naik, mengikuti rel yang terbuat dari dua batang pohon bambu. Prosesi yang diiringi musik tifa dan gong yang dibunyikan dengan cara ditabu atau dipukul ini berlangsung sekira 30 menit.
Baca juga: Ini Waktu dan Cara yang Tepat untuk Bicarakan soal Menstruasi dengan Anak
Momen sakral prosesi peresmian rumah adat yang ditandai dengan naiknya bumbungan atap tersebut, bisa dibilang merupakan momen sakral yang cukup langka, karena jarang dilakukan, dan tentu mampu menarik perhatian warga dan undangan FTJ 2018.
Danny Missy, mengapresiasi kerja sama warga Desa Akelamo atas didirikannya sasadu tersebut. Kata Danny, sasadu sebagai wujud kebudayaan suku Sahu, agar dijaga dan dirawat dengan baik, supaya fungsi, dan peran sasadu dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Saya minta keaslian Sasadu sebagai rumah adat sahu ini agar dipertahankan, misalnya lantai sasadu jangan dikeraskan dengan semen, alat makan dan minum yang terbuat dari bambu juga dikembalikan, jangan menggunakan alat makan modern," pinta Danny dalam acara peresmian sasadu, di Desa Akelamo, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Selasa (1/5/2018).
Senada dengan Bupati, Ketua Adat Jio Talai Padusua, Robinso Missy, juga mengemukakan pujiannya pada perangkat adat Desa Akelamo dan Pemerintah Kecamatan Sahu Timur, Pemerintah Desa dan masyarakat setempat, sehingga berdirinya Sasadu ini.