BERMAIN game memang menyenangkan, selain dapat melepas stres, penelitian juga membuktikan orang yang bermain game bisa lebih kreatif. Namun, seiring bertambahnya usia dan tanggung jawab di kehidupan kita, maka kita sudah tidak lagi memiliki waktu untuk bermain game.
Melansir lifehackers, Kamis (26/4/2018), gamers tidak harus "game over" ketika sudah menikah atau memiliki tanggung jawab lebih besar. Meski begitu, jangan sampai game menghalangi kegiatan kita di dunia nyata, ambil jeda dan jangan lagi terlalu banyak menghabiskan waktu untuk game.
Sayangnya, teori tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ketika sudah kecanduan bermain game, terkadang kita sulit menghilangkan kebiasaan menyenangkan tersebut. Karenanya, ada beberapa cara agar bisa lepas dari kebiasaan bermain game.
Batasi Waktu Main
Alasan video game sangat menghabiskan waktu adalah karena mereka begitu menyenangkan. Sangat mudah untuk menikmati dunia buatan tersebut atau terpikat oleh sistem kecerdasan buatan, sehingga kita tertarik untuk mencoba sekali lagi tanpa bisa berhenti.
Seringkali kata-kata "satu game lagi" hanya menjadi lips service yang tidak terealisasikan. Akibatnya, tanpa terasa beberapa jam pun berlalu dan akhirnya kita tidak dapat berhenti bermain games.
Psikolog, John M. Grohol, menyarankan kita membatasi waktu bermain. Buat log game, baik itu spreadsheet atau hanya selembar kertas, dan tulis waktu ketika mulai bermain game dan ketika kita berhenti. Kemudian, tambahkan total waktu bermain pada setiap akhir minggu.
Tetapkan Batas untuk Diri Anda
Saat bermain game, mengatur waktu dapat sangat membantu. Tetapkan batas harian dalam bermain game dan cobalah untuk mematuhi apa yang sudah kita buat.
Mungkin awalnya kita akan melewatkan timer yang telah kita buat. Namun, meskipun kita tidak berhenti begitu timer mati, kita akan menyadari berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk bermain hari itu, dan kesadaran adalah kunci untuk berhenti.
(Baca Juga: Sudah Mainstream Bikin Surat ala Dilan, Anak Kecil Ini Bikin Surat Cinta untuk Batagor)
Dengan demikian, kita bisa membuat aturan dalam bermain game, seperti bermain game pada hari-hari tertentu dalam seminggu. Yang pasti, kita tidak boleh membatasi diri terlalu banyak atau kita tidak akan mempertahankan tujuan kita.
Selain itu, bagi kamu yang spending dalam bermain game, baik game di handphone ataupun di PC, kalian bisa membatasi anggaran untuk game dan menetapkan seberapa banyak game yang bisa dibeli per bulan. Jika kamu memiliki banyak game untuk dimainkan, kamu malah ingin menghabiskan banyak waktu untuk bermain lebih banyak. Oleh karena itu, mengurangi jumlah game dapat mengurangi waktu bermain kamu.
Pilih game dengan Bijak
Beberapa game online memerlukan investasi yang jauh lebih besar daripada game lainnya, seperti game MMO, game open world, dan RPG. Jika kamu mengalami kesulitan untuk menjauh dari game-game itu, maka tidak ada jalan lain, kamu harus melakukan diet game.
Geser fokusmu ke permainan yang lebih singkat, sehingga kamu bisa bermain dalam waktu singkat dan tidak merasa nanggung ketika harus berhenti bermain. Jangan salah, kamu juga masih bisa bermain game dengan genre-genre tersebut, hanya saja kamu harus membatasi waktu bermainnya.
Berhenti Jadi Hardcore Gamer
Dulu mungkin kamu punya waktu cukup banyak untuk menghabiskan banyak game sekaligus. Tidak jarang kalian pun mencoba untuk menyelesaikan game pada kesulitan yang paling tinggi dan mencoba meraih peringkat tertinggi dalam multiplayer yang kompetitif.
Sayangnya, ketika kamu sudah bekerja bos mu tidak akan peduli tentang hal itu, dan mungkin juga dengan pacarmu. Jadi, ada saatnya kamu harus membuang ego sebagai gamer, dan menjalankan kehidupan biasa.
Tapi jika kamu benar-benar ingin refresing dan bermain game, tidak ada salahnya kamu bermain, hanya saja tidak perlu menyelesaikan game 100% sempurna. Selain itu, hindari game multiplayer, jika memang bukan sesuatu yang kamu perlu mainkan.
Pisahkan Waktu Gaming
Terlalu banyak bermain games biasanya akan menimbulkan masalah, karena kamu harus melakukan banyak hal-hal lain, seperti berbenah rumah, tugas kantor, dan olahraga.
Karena itu, kamu harus pintar membagi waktu. Ada baiknya kamu tidak main game dahulu sampai semua pekerjaan selesai. Yang perlu diingat, kamu tidak membuang bermain game dari kehidupan sepenuhnya, tapi menjadikannya satu aspek kehidupan, bukan satu-satunya fokus.
Jadi Penonton
Saat ini, banyak game tidak hanya menyajikan permainan kompetitif, namun juga jalan cerita yang bagus. Karenanya, jika kamu memang ingin tetap mengikuti perkembangan game, tidak ada salahnya kamu menjadi penonton saja dan bukan pemain.
Kamu bisa melihat orang memainkan game-game tersebut di Youtube atau Twitch, untuk bisa mengetahui pola permainan dan jalan ceritanya. Dengan demikian, kamu pun bisa menjalani aktivitas secara bebas dan masih mendapatkan informasi tentang game-game terbaru.
Lakukan Detox Game
Ketika kamu disibukkan dengan berbagai macam aktivitas, maka kamu bisa menaruh konsol game mu di dalam kotak, segel, lalu berikan kepada seseorang yang bersedia menyimpannya, atau kamu bisa uninstall dulu jika bermain game online. Lakukan ini untuk beberapa minggu ke depan, dan kamu pun akan terbiasa tidak bermain game.
Luangkan waktu untuk fokus pada hal-hal lain dalam hidupmu, dan kamu akan secara bertahap belajar bahwa kamu tidak perlu bermain video secara intens agar bisa bahagia.
Cari Tahu Akar Masalahnya
Video game adalah cara yang menyenangkan untuk menghilangkan stres, karena mereka menjadi salah satu bentuk pelarian yang paling manjur. Terkadang, ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan di dunia, dan video game kenyataan fana yang lebih baik.
Sayangnya, kabur bermain game tidak akan menyelesaikan permasalahanmu. Pada akhirnya, kamu dipaksa untuk berhadapan lagi dengan masalah tersebut. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kamu berdiam diri mengidentifikasi hal-hal yang membuatmu stres dan membuatmu melarikan diri ke dunia virtual.
Misalnya, jika kamu kecewa dengan pekerjaanmu, maka kamu bisa membuat rencana untuk memperbaikinya daripada mencoba untuk untuk mengubah yang tidak bisa diubah.
Jika sumber masalahnya adalah kehidupan pribadi, maka kamu bisa berbicara dengan orang lain dan mencoba melihatnya dari sudut lain daripada lari ke video game. Dunia nyata tidak selalu menawarkan itu, tetapi tidak akan pernah ada jika Anda selalu lari dari masalah dalam hidup Anda.
(Helmi Ade Saputra)