(Baca Juga: Keren, Mesin Cuci Ini Jadi Viral karena Tak Pakai Listrik!)
“Alhamdullilah bisa dua bahasa (jadinya), Bahasa Inggris -nya sangat lancar, Bahasa Indonesia-nya jadi kaya bule baru belajar. Tapi seenggaknya orang ngomong Bahasa Indonesia dia ngerti dan (jadi) lebih supel karena dia di sekolah diterima, diarahkan sama gurunya untuk ngomong Bahasa Indonesia terus temen-temennya juga ngertiin,” kata Zee Zee.
Selain itu, Khaleev juga mulai bisa bersosialisasi karena mengerti maksud dari teman-temannya dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. “Sekarang dia jadi kaya sudah punya tombol switch off. Kalau ngomong sama kita (orangtua) pakai Bahasa Inggris, kalau sama yang lain otomatis Bahasa Indonesia, sudah kebentuk dengan sendirinya,” ujar Zee Zee.
Pengalaman ini tentu menjadi pembelajaran bagi perempuan berusia 30 tahun itu. Terlebih saat ini dirinya tengah mengandung anak kedua. “Sekarang aku sama suami harus konsisten nih mutusin mau pakai bahasa apa di golden age satu sampai lima tahun. Ada beberapa psikolog yang bilang enggak ada masalah sebenernya untuk dua language karena ‘kan otak si anak ini seperti spons, umur satu sampai lima tahun itu sangat mudah menyerap hal-hal baru apalagi bahasa. Tapi ternyata enggak semua anak bisa semua itu, itu yang harus kita pahami,” pungkasnya.
(Utami Evi Riyani)