Anak Sempat Alami Kesulitan Bicara, Begini Cara yang Dilakukan Zee Zee Shahab

Tiara Putri, Jurnalis
Jum'at 20 April 2018 20:00 WIB
Zee Zee Shahab dan keluarga (Foto: Instagram)
Share :

IBU mana yang tidak merasa khawatir bila anaknya mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Kondisi ini pun dialami oleh aktris cantik Zee Zee Shahab.

Dirinya sempat dilanda kepanikan saat anak laki-lakinya yang bernama Fauzi Khaleev Putra Revolusi mengalami kesulitan untuk berbicara dengan teman-temannya di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya.

Perlahan Zee Zee mulai mencari informasi dan solusi untuk menangani hal tersebut. Sang suami pun berusaha menenangkannya dan mengingatkan perempuan berdarah Arab-Betawi ini bila kemampuan setiap anak berbeda-beda. Akhirnya ia mendapatkan jawaban mengenai keterlambatan bicara anaknya.

 (Baca Juga: Keren, Mesin Cuci Ini Jadi Viral karena Tak Pakai Listrik!)

“Salahnya aku sama Mas Prabu itu kita membiasakan (Khaleev) untuk ngomong Bahasa Inggris di rumah, tapi ternyata lingkungan di luarnya enggak mendukung kaya misalnya sekolah atau keluarga besar gitu, enggak semua pakai Bahasa Inggris. Jadi lah dia kaya bingung harus ngomong bahasa apa,” ungkap perempuan berhijab itu saat ditemui dalam sebuah acara di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Jawaban itu ia dapatkan setelah beberapa kali membawa anaknya ke psikolog anak dan terapi wicara namun tidak ditemui masalah.

 

“Respon dia (pada waktu itu) positif, reaksi dia juga oke, diajak ngomong ngerti, jadi memang ternyata hanya masalah bahasa. Dia itu bingung, kalau di sekolah ngomongnya Bahasa Indonesia, (sedangkan) teman-temannya enggak ada yang bisa respon dia ngomong apa. Tapi kalau di rumah sama aku dia sangat talkative diajak ngomong nyambung,” tambah Zee Zee.

Berdasarkan hal tersebut, dirinya bersama sang suami berusaha mencari solusi. Keduanya membiasakan Khaleev untuk menonton kartun berbahasa Indonesia atau Melayu agar bisa lebih aktif berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, sang anak tetap disekolahkan di tempat yang sama hanya saja Zee Zee berdiskusi kepada pihak sekolah mengenai kondisinya.

“Akhirnya gurunya mengikuti maunya si Khaleev. Jadi kaya misalnya kalau teman-temannya ngomong soal warna dia ngomongnya colour,” ucapnya. Cara itu dirasa cukup berhasil karena memasuki usia empat tahun sang anak sudah mulai lancar dan memiliki keberanian untuk bicara.

  (Baca Juga: Keren, Mesin Cuci Ini Jadi Viral karena Tak Pakai Listrik!)

“Alhamdullilah bisa dua bahasa (jadinya), Bahasa Inggris -nya sangat lancar, Bahasa Indonesia-nya jadi kaya bule baru belajar. Tapi seenggaknya orang ngomong Bahasa Indonesia dia ngerti dan (jadi) lebih supel karena dia di sekolah diterima, diarahkan sama gurunya untuk ngomong Bahasa Indonesia terus temen-temennya juga ngertiin,” kata Zee Zee.

Selain itu, Khaleev juga mulai bisa bersosialisasi karena mengerti maksud dari teman-temannya dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. “Sekarang dia jadi kaya sudah punya tombol switch off. Kalau ngomong sama kita (orangtua) pakai Bahasa Inggris, kalau sama yang lain otomatis Bahasa Indonesia, sudah kebentuk dengan sendirinya,” ujar Zee Zee.

Pengalaman ini tentu menjadi pembelajaran bagi perempuan berusia 30 tahun itu. Terlebih saat ini dirinya tengah mengandung anak kedua. “Sekarang aku sama suami harus konsisten nih mutusin mau pakai bahasa apa di golden age satu sampai lima tahun. Ada beberapa psikolog yang bilang enggak ada masalah sebenernya untuk dua language karena ‘kan otak si anak ini seperti spons, umur satu sampai lima tahun itu sangat mudah menyerap hal-hal baru apalagi bahasa. Tapi ternyata enggak semua anak bisa semua itu, itu yang harus kita pahami,” pungkasnya.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya