Indonesia Wujudkan Kota Layak Anak di 2020, Ini Tantangan Terbesarnya!

Pradita Ananda, Jurnalis
Sabtu 14 April 2018 10:31 WIB
Ilustrasi (Foto: Thespruce)
Share :

Menurut Leni, mengingat upaya dalam membangun anak itu harus dilakoni secara berkelanjutan. Maka landasan paling kuat di sebuah daerah, yakni tidak lain dan tidak bukan adalah peraturan daerah harus dibuat dengan maksud agar bisa menjaga upaya berkelanjutan membangun anak ini.

Setelah soal regulasi hukum, wanita berkacamata ini mengungkapkan upaya untuk bisa merubah mindset alias pola pikir masyarakat jadi pekerjaan rumah terberat selanjutnya.

"Contohnya suka mempertanyakan kenapa kota atau kabupaten itu dapat penghargaan, padahal ada kasus soal anak. Pertama, yang namanya kekerasan terhadap anak itu di mana pun pasti terjadi, mau negara maju mau negara miskin itu pasti dan tidak ada yang bisa memprediksi. Di sini titiknya ialah, bagaimana walaupun ada korban ada kasus seperti itu, bagaimana sistem dan aparat di daerah itu menyelesaikannya dengan tuntas. Contohnya kasus Angelina di Bali, nah Denpasar nya dapat penghargaan. Gimana sistem di kota itu saat kasus terjadi, berupaya untuk menyelesaikan secara tuntas, dan itulah kabupaten atau kota yang mau jadi kota layak anak. Cara pandang, mindset ini yang musti diubah. Hingga akhirnya makin banyak pihak yang mendukung," imbuhnya.

Kemudian, terakhir disebutkan Leny lebih lanjut bahwa upaya-upaya di sektor pencegahan jadi pekerjaan rumah terbesar ketiga dalam upaya mewujudkan kota layak anak. Upaya-upaya di pencegahan ini dinilai paling penting, bagaimana mencegah anak-anak untuk mengalami masalah, yang mana jika sudah terlanjur terjadi masalah maka pihak pemerintah harus siap dengan memberikan pelayanan.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya