ZAMAN sekarang teknologi dapat digunakan dihampir segala bidang kehidupan manusia, termasuk ranah kuliner. Dahulu masyarakat hanya mengenal cara pengawetan makanan dan minuman dengan cara tradisional.
Akan tetapi, kini setelah zaman berubah, teknologi menjamah segala aspek kehidupan, cara pengawetan makanan pun punya cara modern. Melansir dari laman The Home Preserving Bible, Minggu (8/4/2018), berikut serangkaian cara pengawetan makanan secara modern yang perlu Anda tahu.
1. Pengalengan
Pengalengan adalah proses pemanasan produk makanan pada suhu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula atau biasa disebut dengan pasteurisasi. Biasanya makanan yang diawetkan dengan cara seperti ini adalah makanan laut, daging, sayuran dan buah-buahan olehan, dan beberapa makanan siap saji.
2. Pembekuan
Dengan cara didinginkan atau dibekukan dalam suhu nol derajat Fahrenheit, makanan akan lebih awet. Biasanya produk makanan yang harus selalu didinginkan adalah susu pasteurisasi yang kesegarannya harus terjaga bahkan tidak bisa lama-lama dalam suhu ruangan normal. Kacang-kacangan, biji-bijian, daging, dan makanan laut juga perlu diawetkan dengan cara ini.
3. Pengeringan
Pengeringan adalah cara mengawetkan makanan dengan cara dikeringkan hingga tidak ada lagi kelembapan dan udara yang ada di dalam kemasannya. Cara seperti ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi aktivitas pertumbuhan mikroba. Untuk bisa mengawetkan makanan dengan cara seperti ini, Anda harus melakukannya dengan teknik tertentu, karena relative mudah dilakukan, dan tidak memerlukan peralatan khusus.
4. Fermentasi
Proses ini mendorong pertumbuhan bakteri baik untuk menghambat pertumbuhan bakteri buruk yang berpotensi merusak makanan dan kandungannya. Biasanya produk olahan susu seperti yoghurt lah yang menggunakan cara pengawetan modern seperti ini.
5. Penyegelan
Proses pengawetan makanan dengan penyegelan ini dilakukan untuk mencegah udara masuk ke dalam wadah makanan. Tujuannya untuk menunda tetapi tidak menghentikan aktivitas organisme pembusuk. Namun, biasanya sebelum disegel, makanan terlebih dahulu dikeringkan atau dibekukan.
6. Dry Salting
Dry Salting atau penggaraman kering adalah teknik fermentasi atau pengawaetan makanan yang biasanya digunakan untuk mengawetkan ikan, daging, dan sayuran. Konsentrasi garam yang rendah (2½% hingga 5% berat garam per berat makanan) tujuannya agar meningkatkan fermentasi, sementara konsentrasi garam yang tinggi (20% hingga 25% garam), untuk mencegah pertumbuhan mikroba dan mempertahankan makanan dalam waktu yang lebih lama.
(Renny Sundayani)