Setelah makanan dicerna kira-kira selama empat jam, kesepuluh peserta penelitian diambil sampel darahnya. Hasilnya mereka yang meminum milkshake sel darah putihnya menghasilkan enzim yang dikenal sebagai myeloperoxidase (MPO). MPO dikaitkan dengan pembuluh darah yang menegang, stres internal, dan serangan jantung. Padahal sel darah putih sangat penting untuk kekebalan tubuh.
"Tingkat myeloperoxidase dalam darah secara langsung terlibat dalam serangan jantung. Sel-sel darah putih tertentu juga menjadi lebih besar setelah mengonsumsi milkshake yang mengandung lemak. Lemak tersimpan dalam plak arteri yang memainkan peran dalam tekanan darah tinggi," jelas Dr Neal. Selain itu, sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh juga mengalami perubahan setelah minum milkshake.
Sel darah merah akan berubah ukuran menjadi lebih kecil. Walau begitu belum jelas apakah perubahan tersebut memengaruhi kesehatan. Sebagaimana diketahui, sel darah merah membawa zat yang memengaruhi relaksasi pembuluh darah dan kadar kolesterol. Sementara itu, American Heart Association merekomendasikan orang dewasa membatasi asupan lemak mereka 20%-35% dari kalori harian mereka.
(Helmi Ade Saputra)