JAKARTA - Kejadian bunuh diri pada orang dengan gangguan bipolar (GB) lebih tinggi atau 15 kali lipat dibandingkan orang tanpa gangguan. Tercatat sebanyak 10-20% orang dengan GB meninggal karena bunuh diri dan sebanyak 30% kasus GB pernah mencoba bunuh diri.
Umumnya, tindakan bunuh diri sering kali terjadi saat awal munculnya gangguan dan berhubungan dengan episode depresi berat dan fase disforia agitatif khususnya setelah episode depresi berat berulang.
Bunuh diri juga bisa terjadi pada mereka yang tidak melakukan pengobatan atau pengobatan yang kurang optimal. Keinginan bunuh diri juga sering terjadi ketika adanya tekanan pada pekerjaan, pelajaran atau sekolah dan tekanan emosional dalam keluarga terjadi pada tingkat yang paling berat.
Untuk itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda peringatan bunuh diri pada orang dengan gangguan bipolar.
Berdasarkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia cabang DKI Jakarta (PDSKJI Jaya), ada 10 tanda yang harus diketahui: