Fakta dan Sejarah Mengapa Bulan Rajab Begitu Istimewa

Vessy Frizona, Jurnalis
Senin 19 Maret 2018 14:00 WIB
Kalender Rajab (Foto: Youtube)
Share :

Bulan Suci yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu Dhul-Qi'dah, Dhul-Hijjah, Muharram, dan Rajab. Itulah sebabnya Rasulullah saw bersabda, "Waktu telah kembali ke keadaan semula, yang telah terjadi ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Tahunnya dua belas bulan, empat di antaranya adalah yang suci: Tiga berturut-turut, yaitu Dhul-Qi'dah, Dhul-Hijjah, dan Muharram, dan (yang keempat) Rajab (dari suku) Mudar, yaitu antara Jumada (Thani) dan Sha'ban. (HR : Al-Bukhari dan Muslim)

Bulan Rajab juga disebut Rajab Al-Fard (bahasa Arab artinya Rajab tersendiri) karena bulannya terpisah dari tiga bulan lain yang waktunya berturut-turut, yaitu Dhul-Qi'dah, Dhul-Hijjah dan Muharram. Kemudian 5 bulan setelah itu barulah bulan Rajab.

Rajab juga memiliki nama lain, yaitu Rajab Mudar. Lewat sebuah hadits Rasulullah SAW menjelaskan mengapa disebut demikian, "Dan (yang keempat) Rajab (dari suku) Mudar, yang antara Jumada (Thani) ) dan Sha'ban. (HR : Al-Bukhari dan Muslim).

Maksudnya, Mudar adalah suku di Arab. Dimanai Rajab Mudar karena suku tersebut dulu sangat menghormati bulan ini dan melindungi kesuciannya.

Istilah lain untuk menyebut bulan Rajab adalah Bulan Al-Israa 'dan Al-Mi`raj. Dikatakan demikian karena Rajab menyaksikan terjadinya Al-Israa 'dan Al-Mi`raj, perjalanan malam yang istimewa dan kenaikan Nabi ke langit ketika mendapat wahyu dari Allah SWT.

Mengenai perjalanan Isra-Mi’raj, dijelaskan dalam firman Allah SWT di Alquran.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya