TIDUR memang kebutuhan setiap individu. Ini dibutuhkan untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian bekerja dan beraktivitas. Kebanyakan orang membutuhkan 7 sampai 8 jam setiap malamnya. Namun seiring dengan bertambahnya usia, tuntutan pekerjaan, masalah kesehatan dan lainnya jumlah tidur yang dibutuhkan pun berbeda dan berubah.
Nah karena faktor diatas membuat mereka kekurangan waktu untuk tidur dan memilih tidur lebih dari waktu yang seharusnya. Tidur melebihi sembilan atau sepulah jam dapat mengganggu kesehatan. Melansir dari Littlethings, Senin (26/2/2018) tidur secara berlebihan dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti:
BACA JUGA:
1. Diabetes
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kekurangan dan kelebihan tidur memungkinkan terjadinya masalah yang tidak dapat diprediksi, yang mana dengan tidur berlebih Anda berisiko lebih tinggi terkena diabetes. Hal ini disebabkan pengaruh resistensi insulin yang bekerja tidak sempurna sehingga tubuh mengalami masalah dalam memproses gula.
2. Inflamasi atau peradangan
Selain memicu diabetes tidur berlebih juga dapat memicu tubuh menghasilkan kortisol yang lebih. Kortisol merupakan bagian terpenting dari sistem imun tubuh yang dapat menurunkan peradangan. Namun jika Anda tidur berlebih jumlah kortisol dalam tubuh akan meningkat yang dapat memberikan efek pada Anda seperti mata bengkak dan pegal pada sendi ketika bangun tidur.
3. Depresi
Terlalu lama tidur bisa menjadi tanda Anda terkena depresi. Kenapa? Serotonin merupakan zat kimia yang ada pada otak, jika kadar kortisol meningkat zat kimia serotonin akan memicu tekanan yang berlebihan. Jika serotonin terganggu hal itu dapat memicu reaksi kimia yang menyebabkan depresi.
4. Kurangnya daya ingat
Tidur lebih lama membuat kemunduran kondisi otak lebih cepat. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa jika seseoarang mengalami tidur sembilan jam atau lebih mereka berisiko tinggi terkena penyakit demensia dan Alzheimer lebih awal daripada mereka yang tidur teratur tujuh sampai delapan jam.