Lebih lanjut Desi menambahkan, para orangtua sejatinya haruslah bisa mengubah pola makan sayang anak, yang maksudnya adalah membiarkan anak untuk mengonsumsi makanan cepat saji.
(Baca Juga: Jangan Abaikan 5 Tanda Sepele Ini, Bisa Jadi Gejala Kanker)
“Jangan karena sayang anak, lalu iya boleh makan makanan cepat saji gitu atau dengan mindset enggak apa-apa deh yang penting mau makan, tapi orangtua tidak lihat kandungan nutrsinya. Batasi lah satu bulan itu, maksimal makan makanan cepat saji 2-3 kali saja, misalnya saat di akhir pekan," ujarnya.
Desi juga mengingatkan agar para orangtua mengimbangi pola gizi seimbang untuk anak penderita kanker di hari kerja (weekdays). Minimalkan jajan di luar, jika memungkinkan, bawakan bekal makan siang untuk anak lengkap dengan buah potong dan jus. Karena hal ini dapat membuat nafsu jajan anak berkurang.
(Utami Evi Riyani)