Polycresulen, Penyebab Albothyl Dilarang, Memang Ampuh Obati Sariawan

, Jurnalis
Kamis 22 Februari 2018 13:55 WIB
(Foto: Albothyl.id)
Share :

JAKARTA - Praktisi kedokteran gigi drg Rahma Indira Wardani mengatakan polycresulen, salah satu kandungan yang menyebabkan Albothyl ditarik dari peredaran, sebenarnya bermanfaat untuk menyembuhkan sariawan.

"Polycresulen sangat bermanfaat untuk perawatan lesi atau ulcer tertentu di rongga mulut. Lesi atau ulcer oleh awam disebut sariawan," kata Rahma yang dihubungi di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Namun, pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu, mengatakan tidak semua lesi atau ulcer bisa sembuh secara cepat menggunakan polycresulen, tergantung dari penyebab luka di rongga mulut tersebut.

Rahma menjelaskan cara kerja policresulen adalah membakar permukaan ulcer agar mengeras dan membentengi jaringan yang luka di bawahnya dari gesekan makanan saat mengunyah maupun gigi yang berhadapan langsung dengan ulcer.

"Dengan demikian rasa sakit berkurang dan penyembuhan jaringan luka di bawahnya menjadi relatif lebih cepat karena terlindungi dengan adanya lapisan keras tersebut," tuturnya.

Namun, untuk mendapatkan lapisan "benteng" dari polycresulen seringkali tidak terwujud karena dipergunakan tanpa pengawasan dan instruksi yang jelas dari tenaga medis yang berwenang.

Untuk ulcer di mulut, penderita seharusnya berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi karena tidak semua ulcer bisa diobati dengan polycresulen. "Misalnya ulcer karena HIV akan timbul terus karena terjadi autoimmune yang diderita. Justru penggunaan polycresulen sembarangan akan memperparah luka," kata dia.

Rahma mengatakan yang terjadi terhadap polycresulen sehingga menyebabkan Albothyl ditarik dari peredaran adalah fenomena gunung es. "Hal itu karena sosialisasi, pengawasan, dan evaluasi penggunaan polycresulen masih kurang," tuturnya.

Dalam penjelasannya, BPOM RI yang memutuskan membekukan izin edar Albothyl, menegaskan bahwa obat luar tersebut mengandung policresulen konsentrat sebesar 36% sehingga tidak direkomendasikan untuk menyembuhkan penyakit kulit hingga masalah gigi dan gusi.

(Baca Juga: Cegah Disfungsi Ereksi, Pria Bisa Coba 5 Pose Yoga Ini)

“BPOM RI bersama ahli farmakologi dari universitas dan klinisi dari asosiasi profesi terkait telah melakukan pengkajian aspek keamanan obat yang mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat dan diputuskan tidak boleh digunakan sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan serta penggunaan pada kulit (dermatologi); telinga, hidung dan tenggorokan (THT); sariawan (stomatitis aftosa); dan gigi (odontologi).”

(Baca Juga: Banyak Keluhan Efek Samping, BPOM Bekukan Izin Edar Albothyl)

Pengkajian dilakukan karena BPOM RI telah menerima 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping obat tersebut. Pasien mengeluhkan sariawan semakin membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi (noma like lession).

Sementara itu, Director of Corporate Communications PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika, menyatakan bahwa Albothyl adalah produk yang sudah lebih dari 35 tahun beredar di Indonesia. Merek ini berada di bawah lisensi dari Jerman yang kemudian dibeli oleh perusahaan Takeda dari Jepang. Selain di Indonesia, Albothyl juga digunakan di sejumlah negara lain.

PT Pharos Indonesia selaku perusahaan farmasi nasional yang selama 45 tahun telah berkontribusi pada pembuatan dan penyediaan obat-obat dan suplemen kesehatan bagi masyarakat juga menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan.

Kendati demikian, pihaknya menghormati keputusan Badan POM yang membekukan izin edar Albothyl hingga ada persetujuan perbaikan indikasi. “Kami juga mematuhi keputusan Badan POM untuk menarik produk ini dari pasar,” ujarnya.

(Baca Juga: 5 Cara Bikin Ukuran Kelamin Pria Tambah Besar Tanpa Operasi)

Penarikan produk Albothyl, sambung Ida, akan dilakukan dalam waktu cepat dari seluruh wilayah Indonesia serta akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Badan POM.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya