Selidik punya selidik, teh lahang itu adalah teh yang dibuat dari sadapan bunga jantan pohon aren. Nah, para pembuat teh ini biasanya menyadap bunga tersebut sedari malam dan pagi harinya mereka masukkan ke dalam batang bambu. Barulah setelah itu para pedagang menjajakannya ke semua tempat.
Perlu Anda ketahui, minuman ini sama sekali tidak menggunakan gula sebagai pemanisnya. Tapi, untuk rasa, teh ini sudah manis karena pada dasarnya teh lahang berasal dari pohon aren yang terkenal akan manisnya.
Setelah itu, untuk diinformasikan saja bahwa teh lahang ini harus segera diminum setelah dimasukkan ke dalam bambu. Hal ini terkait dengan oksidasi yang bakal terjadi pada cairan bunga jantan aren itu sendiri. Semakin lama dibiarkan, cairan tersebut malah akan menjadi cairan cuka aren lalu menjadi tuak. Jadi, paling pas memang menyeruput minuman ini ketika siang hari. Dijaminn tubuh langsung segar kembali!
Yang kemudian menjadi kekhawatiran adalah semakin berkurangnya pengolah teh lahang ini. Mungkin dulu Anda masih sering melihat abang-abang penjualnya berkeliling menjajakan minuman tersebut. Bahkan, Anda bisa menemukannya sampai di depan rumah. Tapi, semakin berkembangnya zaman, penjual teh ini mulai berkurang dan bisa dibilang teh lahang sekarang sudah langka.
Hayo, Anda terakhir minum teh ini kapan?
(Helmi Ade Saputra)