Sementara, beda dari skydiving terjun dari helikopter dengan pesawat perintis, menurut sumber yang sama, yaitu biaya skydiving dari helikopter bisa jauh lebih mahal, jarang ada tempat yang menawarkan terbang dengan helikopter, secara umum helikopter akan lebih dekat dengan tanah, sehingga Travelers tidak akan mendapatkan pandangan menyeluruh yang bisa dinikmati sejak terjun dari helikopter, karena jaraknya lebih rendah, hal ini juga yang membuat terjun dari helikopter lebih mendebarkan menurut para jumper.
Lebih lanjut, adapun persamaan keduanya ialah sama-sama memerlukan tindakan pencegahan dan pengarahan keselamatan. Pesawat perintis atau helikopter, mengharuskan jumper yang tidak berpengalaman untuk tandem dengan pemandu. Setelah terjun dari helikopter atau pesawat perintis, keduanya memerlukan parasut untuk dibuka dan mendarat.
Jika Travelers berminat untuk ber-skydiving dari helikopter, maka yang perlu diingat Travelers jangan melompat ke sisi tempat rotor ekor berada, helikopter tidak akan berhenti di udara saat Travelers melompat, tapi bergerak maju, untuk itu Travelers tidak perlu untuk mendorong tubuh keluar saat terjun, tapi melangkah saja atau jatuhkan saja tubuh keluar. Selebihnya, ikuti saja arahan dan larangan dari pemandu selama kegiatan skydive berlangsung.
(Utami Evi Riyani)