SKYDIVE biasanya menggunakan pesawat perintis yang bisa mengangkut hingga 10 orang penumpang. Dengan sky dive terjun dari pesawat perintis yang salah satunya ada di Gold Coast, Australia, peserta bisa merasakan lompat dari ketinggian sekira 5.000 meter di bawah permukaan laut. Lama terjun terjadi sekira 45 menit.
Tapi, itu kalau terjun dari pesawat perintis. Bagaimana jika skydive dari helikopter? Apakah sama saja rasanya? Atau justru punya perbedaan yang jauh? Inilah jawabannya.
Melansir dari laman Adventure Herald, Minggu (4/2/2018), skydiving dari helikopter tentu berbeda sensasinya dan inilah yang membuat kegiatan tersebut semakin populer serta dicoba oleh traveler penggila wisata ekstrem.
Jika Travelers ingin menjajal nyali dengan ber-skydiving dari helikopter, maka beberapa tempat yang bisa dikunjungi, di antaranya Wanaka, Selandia baru. Di Wanaka Travelers bisa merasakan melompat dari ketinggian 12 ribu kaki atau yang setara dengan 3.657,6 meter, jelas lebih rendah jaraknya dibanding terjun dari pesawat perintis yang ada di Australia.
Selain di Wanaka, Travelers juga bisa mencoba bergabung dengan Skydive Lauterbrunnen. Di tempat tersebut, Travelers bisa melakukan helikopter yang indah dan melihat eksotisnya gletser Eiger, Monch, dan Jungfrau di Oberland Bernese selama 45 detik.