"Penyakit demam keong harus ditangani secara serius karena bisa memberikan dampak yang buruk. Bahayanya larva serkaria dapat menembus kulit manusia dan tumbuh dewasa di dalam tubuh manusia," terang Sigit lewat siaran persnya yang diterima Okezone, Jumat (19/1/2018).
Nah, cacing yang sudah masuk ke dalam perut, akan memakan darah dalam tubuh dan buang air besar ke dalam usus. Permasalahannya adalah jika orang yang terkena penyakit tersebut, siklus penyakitnya sulit hilang, terutama jika masih ada kebiasaan buang air besar sembarangan. Telur-telur dari larva itu dibuang melalui kotoran manusia atau hewan kemudian dia berkembang menjadi ovum.
Dijelaskan lebih lanjut, keong tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil sekira empat milimeter. Siput ini hidup di bekas sawah-sawah yang tidak dipakai, di tanah yang lembab, disemak-semak atau di bawah humus-humus.
Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit tersebut kecil sekali sekira 0,65 sampai 0,97%. Sementara itu, angka infeksi yang diperantarai oleh keong masing-masing sekira 1,2-10,5% dan 5,5-40%.
Sebagai langkah pencegahan, penduduk harus menjaga sanitasi supaya lebih higienis. Pada dasarnya cacing suka berkembang biak di bagian keong yang tempatnya jorok.