Sering Foto Selfie Pertanda Alami Gangguan Mental, Benarkah?

Helmi Ade Saputra, Jurnalis
Senin 25 Desember 2017 12:57 WIB
Ilustrasi (Foto: AJC)
Share :

Pekerjaan lebih lanjut mengatakan, hal ini terjadi karena pada umumnya orang lebih terpapar citra cermin mereka, yang berarti cenderung melihat diri mereka di cermin setiap hari daripada melihat foto mereka. Ini memberi mereka afinitas alami pada bayangan cermin mereka.

"Dengan perpanjangan dari garis pemikiran ini, selfie hanyalah perpanjangan dari bayangan cermin mereka sendiri. Karena itu, orang menyukai selfie mereka lebih dari sekadar foto biasa. Melihat teknologi saat ini, melakukan foto selfie memberi Anda kontrol lebih terhadap jenis cahaya, filter dan faktor lainnya, dan dari sudut mana Anda terlihat," kata Nitika.

Kebutuhan untuk unjuk diri atau 'pamer'

Orang terus mencari apresiasi dari orang lain, kata Dr Ram. Mereka menunjukkan prestasi mereka untuk tampil berani dan berbeda, sehingga membuat mereka mendapat perhatian. "Semakin berani diri Anda, semakin besar kemungkinan Anda diperhatikan dan dihargai oleh rekan-rekan," kata Nitika.

Apakah kita adalah generasi narsistik?

Narsisisme bisa jadi empat hal: kemandirian, kesia-sian, kepemimpinan dan kebutuhan dikagumi. "Kebutuhan untuk selfie bisa timbul dari dua kondisi ekstrim pikiran kita, terlalu banyak harga diri (kesia-siaan) atau harga diri yang terlalu rendah," kata Dr Ram.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya