“Secara umum, semua bagian buah-buahan itu sehat. Selama ini kita memakan apel dan pir tanpa mengupas kulitnya terlebih dahulu. Phloem sebetulnya juga terdapat pada kedua buah tersebut. Hingga detik ini tidak ada bukti yang mengatakan bahwa benda tersebut berbahaya bagi kesehatan,” tutur Gillit kepada HuffPost.
Baca Juga:
Ia juga mengatakan, bahwa manusia dapat merekayasa genetik pisang sehingga dapat tumbuh tanpa bungkusan phloem. Tetapi ia tidak melihat alasan yang tepat untuk melakukan hal tersebut.
“Ya, itu mungkin saja bisa terjadi. Namun bungkusan phloem itu diperlukan untuk menampung nutrisi pada buah pisang dan tidak memiliki efek samping ketika dikonsumsi. Jadi kenapa harus dihilangkan? Jika harus melakukan penelitian untuk menghilangkan jaringan tersebut, saya rasa itu hanya akan menghabiskan waktu dan uang saja. Lebih baik digunakan untuk menciptakan varietas baru yang memiliki kandungan nutrisi tinggi,” tegas Gillit seperti dilansir dari Mashed, Kamis (7/12/2017). (tam)
(Renny Sundayani)