Stunting masih menjadi satu ancaman tersendiri bagi penduduk Indonesia hingga kini. Ada banyak faktor pemicunya, jika terus dibiarkan dampaknya bisa merugikan kesehatan.
Seharusnya, masyarakat dapat mengatasi kejadian stunting hingga masa mendatang. Ada banyak cara, salah satunya yakni mengembangkan teknologi pangan supaya bermanfaat.
Karena bila seseorang mengalami kekurangan zat gizi mikro akan mempengaruhi metabolisme dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti gangguan jantung dan penyakit lainnya. Untuk mencegah semua itu, setiap orang butuh melakukan intervensi yang baik.
Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pangan di antara 9 miliar manusia pada tahun 2050, masyarakat harus menerapkan teknologi pangan yang benar. Kalau tidak, dunia bisa kehilangan banyak jumlah pangan yang dibutuhkan di masa mendatang.
"Dari hasil riset hasil riset, orangtua harus bisa mengintervensi anak agar makan sehat. Mengkonsumsi makanan yang lengkap belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro," ujar Menkes Nila dalam EAT Asia-Pacific Food Forum di Shangrila Hotel Jakarta, Selasa (31/10/20/2017).
Meski penduduk dunia telah berubah menganut gaya hidup modern, banyak kasus yang tidak sadar bahwa mereka menderita kekurangan zat gizi mikro. Seseorang kurang mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup.