Perkembangan Teknologi Pangan Bisa Bantu Atasi Stunting di Masa Mendatang

Dewi Kania, Jurnalis
Selasa 31 Oktober 2017 14:38 WIB
Stunting (Foto: Foodthehungry)
Share :

BONUS demografi global diperkirakan mencapai 9 miliar jiwa menjadi sebuah kondisi jangka panjang yang harus dipikirkan bersama oleh para pemimpin negara.

"Dari perspektif Eropa, misalnya upaya yang dilakukan dengan mengecilkan piring makannya untuk memenuhi kebutuhan pangan di antara 9 miliar manusia pada tahun 2050," terang Menkes RI Prof. Nila Moeloek dalam jumpa pers usai pembukaan Asia Pacific Food Forum 2017 (APFF), di Jakarta (30/10).

Sementara Kementerian Kesehatan RI sebagai pengambil kebijakan dari sektor pemerintah, ujarnya, menggalakkan pentingnya konten atau isi dari piring-piring sekitar 250 juta penduduknya. Terbukti dengan masih ada kecenderungam terjadi defisiensi mikronutrien seperti kalsium, vitamin, dan mineral.

 BACA JUGA:

Tidak Hanya Ramai Netizen & Media Lokal, Keluarga Song Joong Ki Juga Sudah Tiba di Shilla Hotel

Song Hye Kyo & Song Joong Ki akan Menikah, Netizen K-Pop: "Nggak Doyan Makan Gue, Mau Tidur Lagi Aja!"

"Maka, Kemenkes menginisiasi dua competence forum dalam APFF terutama diskusi tentang mikronutrien karena sekarang ada bentuk baru defisiensi kurang vitamin serta mineral di tengah masyarakat. Dari sisi ekonomi bisnis serta kemunculan bahan nutrisi herbal patut dibicarakan bersama oleh akademisi," terang Menkes.

Hal kedua tentang kebermanfaatan forum diskusi stakeholders informal seperti APFF, yakni mempertemukan sudut pandang pemerintah, akademisi, dan pebisnis. Prioritasnya, jelas Menkes, terdapat riset pangan yang selama ini belum pernah diekspose dalam satu regional Asia Pasifik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya