OKEZONE WEEK-END: Mengenal Sejarah Kerajaan Tanah Hitu, Pusat Kejayaan Rempah-rempah di Maluku

Advertorial, Jurnalis
Sabtu 21 Oktober 2017 16:15 WIB
Foto:Ist
Share :

Akibatnya terjadi perlawanan dari masyarakat Hitu dipimpin oleh Tuban Bessy (Kapten Simole). Perang ini berakhir dengan kekalahan Portugis sehingga terpaksa meninggalkan tanah Hitu. Kemudian portugis mendirikan Benteng Kota Laha di Teluk Ambon pada 1575 dan menyebarkan agama Katolik Jazirah Lei Timur.

Belanda pada 1599 Masehi tiba di Tanah Hitu dan mendirikan VOC pada 1602 Masehi. VOC berpusat di Ambon sebelum dipindahkan ke Batavia. Monopoli perdagangan yang diterapkan Belanda menimbulkan perlawanan dari masarakat Hitu. Salah satu buktinya terjadi Perang Hitu II (Perang Wawane) di bawah pimpinan Kapitan Pattiwane pada 1634 -1643 Masehi. Namun perlawanan ini dapat dipadamkan oleh VOC.

Setelah perlawanan Kapiten Pattiwane dipadamkan mucul lagi perlawanan yg dipimpin oleh Kapten Teluka Besi (1643-1646) Masehi yang diakhiri dengan penguasan penuh Tanah Hitu oleh Belanda. Setelah berhasil menguasai Tanah Hitu, VOC melakukan perubahan mengangkat orang kaya menjadi raja dari setiap Uli dan menbuat raja tandingan dari kerajaan Hitu. Semenjak saat itu Kerajaan Hitu hancur dan tinggal nama.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya