Festival Sungai Carang, Cara Promosikan Wisata Bahari, Kuliner dan Budaya Tanjung Pinang kepada Dunia

Utami Evi Riyani, Jurnalis
Kamis 19 Oktober 2017 22:27 WIB
Festival Sungai Carang 2017 (Foto: Humas Kemenpar)
Share :

SUNGAI Carang merupakan salah satu ikon dari Kota Tanjung Pinang. Sungai yang membelah Tanjung Pinang ini pun dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata di Kepulauan Riau.

Melalui festival tahunan, Festival Sungai Carang 2017, berbagai potensi wisata bahari, budaya, dan kuliner dihadirkan untuk dipromosikan kepada dunia. Dalam festival tersebut, digelar beberapa acara yang digabungkan dengan Festival Bahari Kepri seperti Dragon Boat Race, Pawai Mobil Hias, pentas seni dan budaya, pameran kuliner, Festival Drumband, hingga pentas musik yang akan menampilkan band Ibu Kota, D'Bagindas.

"Tahun ini kita dibantu Tanjung Pinang dengan dragon boat dan pentas seninya. Sebelumnya ada festival drumband dan festival kuliner. Malam pertama dan kedua diisi dengn panggung seni Tanjung Pinang," jelas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Boer Alimar saat ditemui di Gedung Daerah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis (19/10/2017).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Boer Alimar (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

Festival yang dimulai sejak 13 Oktober 2017 ini telah menghadirkan berbagai potensi wisata di Tanjung Pinang dan Kepulauan Riau secara umum. Mulai dari Festival Gurindam, Panggung Penyair yang menghadirkan penyair kenamaan Sutardji Calzoum Bachri, hingga Sound from the Motherland of Malay yang menampilkan kebudayaan Melayu.

"Sebelumnya juga ada Sound from the Motherland of Malay atau Bunda Tanah Melayu, karena Kepri identik dengan Bunda Tanah Melayu, kesenian berciri khas etnik," ujar Buralimar.

Malam ini, rangkaian acara Festival Sungai Carang dilanjutkan dengan Pagelaran Marhaban dan Dzikir. Acara ini diikuti oleh sekira 1.000 masyarakat Tanjung Pinang yang berdzikir dan memanjatkan doa bersama-sama untuk kelancaran acara. 

Untuk kuliner Tanjung Pinang dan Kepulauan Riau, Festival Sungai Carang 2017 akan menghadirkan beberapa makanan khas pada Jumat 20 Oktober 2017. Dalam festival kuliner tersebut, akan dibagi menjadi dua segmen dari Dinas Perikanan dan kuliner khas Kepulauan Riau.

"Dari Dinas Perikanan akan menampilkan makanan bernuansa ikan. Satu panggung lagi kuliner yang menampilkan kuliner Kepri. Besok ada yang bikin prata (canai), kernas, roti gendang, dan demo bikin mi laksa tarik," papar Buralimar. 

Perayaan di hari Jumat akan lebih meriah dengan Parade Kapal Hias yang dilakukan di Sungai Carang hingga ke depan Pulau Penyengat. Acara ini akan berlangsung selama dua jam di sore hari.

Selain itu, acara dilanjutkan dengan Pawai Mobil Hias dan diakhiri dengan Yachter Dinner yang dilakukan untuk menjamu para yachter dari berbagai negara. Buralimar menjelaskan, kurang lebih 60 yachter dari 12 negara menjadi peserta dalam acara ini. Mereka datang dari beberapa negara seperti Singapura, Belanda, Malta, dan Swiss. 

"Besok malam kita akan menjamu kurang lebih 60 yachter. Mudah-mudahan masih bersisa 20 hingga 30 yachter beserta krunya," ujarnya. 

Dari rangkaian acara Festival Bahari Kepri, Buralimar mengatakan Kepri menargetkan 1.000 wisatawan mancanegara. Mengingat Kepulauan Riau mendapatkan target dari Menteri Pariwisata untuk menggaet 2,5 juta wisman tahun ini.

Sedangkan untuk menarik kedatangan wisatawan nusantara, Buralimar berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang telah menghadirkan band D'Bagindas pada Sabtu 21 Oktober mendatang.

"Puncaknya tanggal 21 Oktober malam ada hiburan untuk masyarakat. Ada D'Bagindas sumbangan dari Kementerian Pariwisata. Terima kasih Pak Menteri," pungkas Buralimar. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya