"Jika tekanan turbulensi bertambah kuat, hal itu benar-bendar dapat mematahkan suatu bagian dari pesawat terbang. Tentu kita belum bisa memastikan kondisi seperti apa yang akan terjadi," tutur Rob Mark, seorang pilot komersil seperti yang dikutip dari New York Post, Rabu (18/10/2017). Menurutnya gejolak turbulensi terjadi begitu cepat dengan kekuatan tinggi sehingga pilot terkadang tidak bisa berbuat apa-apa.
Saat terjadi turbulensi, pramugari lebih sering mengalami luka karena mereka harus berjalan mengingatkan penumpang memakai sabuk pengaman. Padahal saat itu pesawat berada dalam kondisi yang tidak stabil. Di bulan Agustus lalu, sebuah pesawat American Airlines mengalami turbulensi parah dalam penerbangannya sehingga melukai 10 penumpang.
BACA JUGA:
Turbulensi yang terjadi selama lima detik itu membuat pesawat seperti jatuh bebas. Beberapa orang menyentuh langit-langit pesawat dan minuman berterbangan.
(Dinno Baskoro)