Tradisi Leblouh, Perempuan Mauritania Dipaksa Gemuk Biar Enteng Jodoh!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 16 Oktober 2017 07:29 WIB
Tradisi Wanita Mauritania (Foto: CNN)
Share :

"Ibu mulai menggemukkan saya ketika saya masih berusia 13 tahun. Dia sering memukul agar saya lebih banyak makan makanan berminyak dan daging domba yang penuh lemak. Setiap kali saya memaksa makan, rasanya perut seperti mau meledak," kata Mint.

Sementara itu, Mar Jubero Capdeferro yang menjalankan program gender Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Mauritania mengatakan generasi muda saat ini mulai meninggalkan tradisi leblouh. Alasannya karena mereka sudah lebih teredukasi dan melihat langsung dampak buruk dari hal ini.

"Para wanita yang dulu menjalani leblouh sekarang kondisinya sangat gemuk di usia 40 hingga 50-an. Mereka bahkan tidak bisa bergerak dengan kondisi hipertensi, diabetes, dan lain sebagainya," kata Capdeferro.

Meski leblouh mulai ditinggalkan, namun survei tahun 2007 oleh Social Solidarity Association melihat bahwa tetap ada sekitar 75 persen anak perempuan di daerah pedesaan ini yang dipaksa menggemukkan dirinya.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya