Tradisi Leblouh, Perempuan Mauritania Dipaksa Gemuk Biar Enteng Jodoh!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 16 Oktober 2017 07:29 WIB
Tradisi Wanita Mauritania (Foto: CNN)
Share :

DIPAKSA gemuk? Mungkin perempuan akan berada di garis depan untuk menolaknya! Bagaimana tidak, persepsi di masyarakat yang menilai perempuan gemuk itu kurang seksi begitu kuat. Makanya, banyak jenis diet sekarang yang akhirnya membantu perempuan untuk memiliki tubuh lebih ideal.

Tapi, kalau Anda menjadi bagian dari budaya di Mauritania, jangan harap Anda bisa bertubuh langsing saat bertemu jodoh. Sebab, kepercayaan di sana masih melihat bahwa perempuan bertubuh gemuk malah "enteng jodoh".

Perempuan di Mauritania percaya bahwa bertubuh gempal malah membuat pria tertarik. Tradisi tersebut dinamakan Leblouh.

Bagaimana bentuk tradisi ini?

Dilansir dari CNN, Senin (16/10/2017), anak perempuan yang bakal beranjak remaja akan dipaksa orangtuanya untuk makan banyak. Hal itu guna mendapatkan lemak di bawah kulit. Semakin banyak lemak tersebut, semakin "cantik" lah perempuan itu. Pria bakal tunduk langsung di hadapan Anda!

Menurut pengakuan salah seorang perempuan yang pernah menjalani leblouh, Mariam Mint Ahmed, bila seorang anak perempuan tidak mau menghabiskan makanannya, mereka akan dihukum. Para orangtua akan memberikan makanan tinggi lemak seperti susu atau daging-dagingan dan harus dihabiskan saat itu juga.

Dalam sehari, perempuan di Mauritania yang mengikuti tradisi leblouh bisa mengonsumsi 16.000 kalori makanan. Padahal normalnya orang dewasa hanya membutuhkan sekitar 2.000-2.500 kalori. Kebayang bagaimana makanan menjadi "napas" bagi perempuan di Mauritania?

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya