Jangan Asal Mencari Donor ASI! Ini Sederet Proses Penting yang Harus Dilakukan

Annisa Aprilia, Jurnalis
Jum'at 13 Oktober 2017 16:30 WIB
Share :

7.       Konsumsi rokok

8.       Riwayat Hepatitis, gangguan sistemik atau infeksi kronik (HIV, HTLV, Tuberculosis)

9.       Mempunyai pasangan seksual 12 terakhir yang berisiko mengidap HIV, HTLV atau Hepatitis (termasuk orang dengan hemophilia, atau penggunaan obat intravena atau PSK).

Tes Tahap 2

Ibu pendonor akan melewati pemeriksaan serologi (tes darah) untuk mengetahui adanya HIV-1 dan HIV-2, HTLV, Hepatitis B, Hepatitis C dan sifilis. Kemudian, pemeriksaan baru dapat ditambahkan terhadap tes tahap 2 jika terdapat virus baru yang potensial menyebabkan masalah terhadap bayi yang diberi ASI.

Tes ini dilakukan di rumah sakit yang mendukung fasilitas untuk donor ASI, salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut di Jakarta ialah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, RSCM hanya melakukan tes dan donor ASI untuk pasiennya saja, dengan kata lain hanya bayi-bayi yang dirawat di RSCM saja yang dapat memperoleh donor ASI.

(Ade Indra Kusuma)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya