TIDAK hanya kopi, olahan teh kini mulai dilirik para pencinta kuliner di seluruh dunia. Apalagi dengan adanya tradisi afternoon tea khas Inggris yang kini sudah mulai meluas, bahkan cukup populer di kalangan pencinta kuliner Indonesia.
Selain itu, kini sudah banyak pula beragam varian teh yang memenuhi pasar nusantara. Mulai dari teh tarik khas Malaysia, matcha dari Jepang, thai tea khas Thailand, dan yang cukup menyita perhatian dunia adalah olahan teh khas India yang dikenal dengan sebutan chai tea. Di India, chai sudah menjadi salah satu elemen terpenting dalam kehidupan masyarakat negara tersebut.
Anda dapat dengan mudah menemukan berbagai olahan chai di setiap sudut kota-kota di India, mulai dari transportasi umum, pinggir jalan, toko sari, hingga restoran-restoran bintang 5, semuanya pasti menyediakan racikan teh rempah-rempah itu.
Berbeda dengan India, di Amerika, “chai” dikategorikan sebagai salah satu varian rasa teh yang diracik dengan campuran kayu manis dan kapulaga. Namun secara harfiah, chai dalam bahasa India berarti teh . Jadi ketika Anda mengatakan chai tea, pada dasarnya Anda berkata “teh teh”. Budaya Chai di India pertama kali berkembang sejak era kolonisasi Inggris.
Selama masa kolonisasi, British East India Company memproduksi produk teh yang dipasok langsung dari daerah Assam, dan pada akhirnya menjadi komoditas terbesar India.