Namun, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi produk ganja, ada beberapa hal penting yang harus diketahui karena berkaitan langsung dengan kesehatan. “Produk ganja yang dapat dimakan tidak mengakibatkan hal yang sama dengan dihirup. Namun dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah,” tutur Dr. Benedict Fischer seorang ilmuwan senior di Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental Toronto.
Hal ini disebabkan karena produk ganja yang dapat dimakan, umumnya mengandung THC atau zat psikoaktif yang dapat memberi konsumen perasaan ‘high’. Zat ini sebetulnya dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, seperti makanan yang dipanggang, permen, hingga mentega berbahan ganja.
Bagi orang dewasa, mengonsumsi ganja secara berlebihan justru jarang menimbulkan efek samping yang serius, selain menimbulkan rasa cemas, dan dorongan kuat untuk tidur. Hal tersebut sempat dijelaskan oleh Dr. Patricia Daly, kepala petugas kesehatan medis untuk Vancouver Coastel Health.
Berbeda dengan anak-anak, Daly menjelaskan bahwa anak-anak yang mengonsumsi produk ganja dalam bentuk makanan, konsekuensinya bisa jauh lebih parah. Salah satunya bisa menggangu pernapasan hingga mengalami koma.
Oleh karena itu, dibutuhkan peraturan yang ketat dan investigasi secara rinci sebelum diluncurkan ke pasaran. “Dalam arti lain, ganja harus memiliki identifikasi dosis dan porsi yang jelas,” tukas Ian Culbert, direktur eksekutif Asosiasi Kesehatan Masyarakat Kanada, demikian dilansir dari CBC News, Jumat (29/9/2017).
(Helmi Ade Saputra)