Awas! Gara-Gara Stalking di Medsos, Hubungan dengan Pasangan Bisa Runyam

Agregasi Solopos, Jurnalis
Rabu 27 September 2017 15:08 WIB
Stalking di medsos bisa pengaruhi hubungan (Foto: IDN Times)
Share :

Mereka sering mengunggah status berupa foto, video, maupun tulisan untuk mengetes kepedulian orang lain. Pasalnya, beberapa situs memang dirancang khusus untuk membentuk koneksi. Tapi, belakangan media sosial beralih fungsi menjadi tempat untuk mengawasi gerak-gerik orang lain.

Perilaku mengawasi unggahan orang lain ini biasa dikenal dengan istilah ghosting, stalking, dan haunting. Seorang ghoster, stalker, atau haunter akan terus merasa khawatir bila sehari saja tidak melihat unggahan orang tertentu (biasanya kekasih). Dia berpikir orang tersebut sengaja menghilang dan pergi menjauh. Alhasil, dia akan merasa dihantui dan menjadi sangat cemas.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut lama-kelamaan akan membuat si stalker stres. Sebab, dia terlalu panik memikirkan keberadaan sang pujaan hati. Perasaannya akan membaik setelah melihat status yang diunggah kekasihnya. Bukan hanya menyukai, dia bakal meninggalkan komentar berupa emoticons yang membingungkan. Komentar itu biasanya merupakan sinyal untuk mengajak Anda kencan.

Sayangnya, orang yang terlalu aktif berselancar di media sosial cenderung gugup ketika diajak berkencan. Sebab, dia merasa malu dan tidak nyaman bertemu langsung dengan kekasihnya. Hal itu terjadi lantaran dia merasa lebih bebas mengungkapkan perasaan lewat tulisan atau emoticons daripada harus berbicara langsung di depan Anda.

Selain itu, media sosial memiliki korelasi yang kuat dengan perceraian. Sebab, seseorang bisa saja menyalahartikan status yang diunggah pasangannya. Kondisi ini bertambah buruk kala Anda mengunggah foto bersama orang lain yang membuat pasangan cemburu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya