Kenapa Harga Alpukat Semakin Mahal? Ini 3 Alasannya

Devi Setya Lestari, Jurnalis
Sabtu 23 September 2017 13:49 WIB
Alpukat (Foto: People)
Share :

SEBAGAI buah yang punya rasa lezat dan kaya nutrisi, alpukat banyak diburu sebagai bahan makanan. Buah ini juga bisa diolah menjadi campuran berbagai makanan dan minuman. Tapi semakin kesini harga alpukat semakin melonjak, kenapa ya?

Dilansir dari People, Sabtu (23/9/2017) buah alpukat mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Di beberapa daerah bahkan alpukat mulai sulit ditemui dan jikalau ada, harganya bisa naik hingga 75 persen. Padahal alpukat merupakan bahan baku untuk membuat saus guacamole, campuran salad hingga campuran dalam es buah dingin.

Adalah John Bovay, seorang pakar ekonomi pertanian dari University of Connecticut menjabarkan 3 alasan mengapa harga alpukat semakin lama semakin tinggi.

Hukum penawaran dan permintaan

Alasan pertama yang paling mendasar adalah tingginya permintaan konsumen akan alpukat namun ketersediaannya di pasaran masih terbatas. Semua orang membutuhkan alpukat sebagai campuran makanan sementara jumlah produksinya tidak menentu. Permintaan alpukat tertinggal datang dari Amerika, Tiongkok dan Eropa. Setiap hari pembelinya datang, padahal sekali siklus produksi, alpukat membutuhkan 3 sampai 4 tahun sejak ditanam hingga mencapai usia panen.

Hasil panen tidak selalu sama

Meskipun ada beberapa kebun alpukat yang tersebar di banyak daerah tetapi hasil panennya tidak akan sama setiap tahunnya. Misalnya produksi alpukat di California menurun drastis karena cuaca yang buruk. Hasil alpukat bisa melonjak di tahun kemarin kemudian menurun di tahun ini atau sebaliknya. Semua tergantung pada cuaca dan kondisi tanaman. Hasil panen juga tidak bisa diprediksi secara akurat. Inilah alasan kenapa alpukat memiliki harga yang Naik turun.

Musim panen yang sudah usai

Misalnya di Amerika, daerah penghasil Alpukat terpusat di California. Dari daerah ini setidaknya 80 persen alpukat diproduksi dari seluruh Amerika. Musim panen alpukat ini ada di periode Maret sampai Juli atau Agustus. Pada masa itu alpukat memang melimpah jadi harganya normal. Namun diluar periode panen maka harganya akan melonjak tinggi. Tak jarang untuk memenuhi permintaan, pemerintah harus melakukan impor yang tentu saja membutuhkan biaya tambahan yang nantinya dibebani kepada pembeli.

Peminat alpukat dalam dekade belakangan ini sangat meningkat signifikan jadi tampaknya akan mustahil jika mengharapkan harga alpukat turun. Bisa mendapatkan alpukat berkualitas saja sudah jadi hal yang menyenangkan bagi banyak orang, meskipun harus merogoh kocek lebih dalam.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya