SELAIN memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Kekayaan budaya ini mencakup produk-produk kuliner hingga kain Nusantara yang kian dikenal di kancah internasional.
Seperti diketahui, Indonesia memiliki beragam kain tradisional dengan keunikannya masing-masing. Mulai dari kain ulos khas Sumatera Utara, kain songket khas Sumatera Selatan, kain lurik khas Jawa , dan masih banyak lagi.
Keragaman tersebut ternyata disebabkan oleh beberapa faktor penting yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Hal ini diungkapkan Hokky Situngkir, Ketua Dewan Pembina di Yayasan Sobat Budaya.
BACA JUGA:
"Salah satu ulasan utama mengapa Indonesia memiliki beragam kain nusantara karena kita negara kepulauan yang dipisahkan lautan dan bahkan gunung-gunung tinggi. Dalam arti lain, secara tidak langsung masyarakat kita itu terisolasi satu sama lain," tutur Hokky saat dihubungi Okezone via telepon, Jumat (8/9/2017).
Lebih lanjut Hokky menjelaskan, perbedaan wilayah inilah yang memengaruhi terciptanya kebudayaan atau adat istiadat masing-masing daerah.
"Keragaman budaya kita memang tidak terlepas dari keragaman ekologis kita. Selain itu, diversitas kain kita tidak hanya dari proses pembuatan kain itu sendiri. Secara filosofis juga disebabkan karena perbedaan bahasa, suku, waktu, bahkan bisa disebabkan oleh perbedaan jenis makanan pokok dan ketersediaan bahan yang dijadikan untuk mewarnai kain,” tambahnya.
BACA JUGA:
Jika dilihat dari fakta sejarah, kain nusantara bahkan telah ada sejak zaman Neolitikum atau pra sejarah. Pada saat itu, bahan-bahan yang digunakan untuk menenun kain terdiri dari serat, daun-daunan, kulit kayu, kulit binatang, hingga akar tumbuhan.
Buktinya, sejarah kain tenun yang menjadi salah satu kain paling populer di Indonesia ini banyak ditemukan pada benda-benda historis yang usianya sudah lebih dari 3.000 tahun. Benda-benda tersebut meliputi teraan atau cap tenun, alat untuk memintal, kereweng bercap kain tenun, dan bahan untuk menenun kain. Semua bahan tersebut banyak ditemukan di beberapa situs bersejarah seperti Gilimanuk, Melolo, Sumba Timur, Gunung Wingko, dan Yogyakarta.
Dari sekian banyak penemuan-penemuan bersejarah tersebut, tidak mengherankan jika Indonesia memiliki berbagai macam kain nusantara.