OKEZONE WEEK-END: Selain Batik yang Jadi World Heritage, Indonesia Miliki 33 Kain Nusantara sebagai Warisan Budaya, Bangga!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Sabtu 09 September 2017 09:00 WIB
Songket pandai sikek (Foto: Indonesiakaya)
Share :

SEPERTI harta karun, Indonesia benar-benar menyimpan banyak sekali keindahan. Mulai dari alamnya, budayanya, sampai dengan sumber daya manusianya. Semakin dalam Anda menggali Indonesia, maka Anda akan menemukan hal lain di luar itu semua. Salah satunya kain nusantara.

Tercipta karena budaya dan kultur daerah, kain setiap wilayah di Indonesia menyimpan banyak sekali sejarah di belakangnya. Keindahannya jangan pernah dipertanyakan lagi. Bicara kainnya saja, Anda akan mengetahui bahwa benang yang dipakai berasal dari kapas kualitas nomor wahid yang tersedia dia alam bebas. Pewarnanya, berasal dari tanaman yang tidak ada yang menyangka itu bernilai tinggi. Semua ada di Indonesia.

Membahas lebih lanjut kain nusantara, mungkin di benak Anda terbersit batik. Padahal , di luar dari batik, masih ada kain lainnya yang tidak kalah bagusnya. Apalagi saat sudah menjadi pakaian atau aksesori pelengkap tampilan lainnya, seperti tas, sepatu, atau bahkan topi.

Baca Juga:

Ribuan kain nusantara tersedia di setiap pulau di Indonesia. Anda tidak akan bisa membandingkan mana yang lebih baik antara kain tenun Yogyakarta dengan tenun ikat timor (Papua). Dua kain tersebut punya karakteristiknya sendiri. Bahkan, kalau bisa miliki keduanya saja!

Bicara mengenai ribuan kain yang ada di Indonesia, belum lama ini, tepatnya pada 24 Agustus kemarin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengesahkan 33 kain nusantara khas Indonesia sebagai warisan budaya.

Penetapan 33 kain itu sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para pengrajin kain nusantara. Apa yang mereka ciptakan telah mewarnai kebudayaan Indonesia. Menjadi warisan bangsa yang akan terus ada di tanah air tercinta ini.

Ke-33 kain nusantara itu antara lain:

1. Songket Palembang (Sumatera Selatan)

2. Tenun Siak (Riau)

3. Tapis (Lampung)

4. Songket Sambas (Kalimantan Barat)

5. Sasirangan (Kalimantan Selatan)

6. Ulap Doyo (Kalimantan Timur)

7. Batik Indonesia (Jawa)

8. Tais Pet (Maluku)

9. Tenun Ikat Sumba (Nusa Tenggara Timur)

10. Songket Pandai Sikek (Sumatera Barat)

11. Ulos Batak Toba (Sumatera Utara)

12. Kerawang Gayo (Aceh)

13. Kain Koffo (Sulawaesi Utara)

14. Pakaian Kulit Kayu (Sulawesi Tengah, Pulau Kalimantan)

15. Karawo (Gorontalo)

16. Tudung Manto (Kepulauan Riau)

17. Kain Cual (Bangka Belitung)

18. Kain Besurek (Bengkulu)

19. Kain Lantung (Bengkulu)

20. Sulam Usus (Lampung)

21. Gringsing Tenganan (Bali)

22. Endek (Bali)

23. Tenun Ikat Dayak/Sintang (Kalimantan Barat)

24. Kain Tenun Sukomandi (Sulawesi Barat)

25. Kain Tenun Donggala (Sulawesi Tengah)

26. Maduaro (Lampung)

27. Tenun Ikat Inuh (Lampung)

28. Lurik Yogyakarta (DIY Yogyakarta)

29. Sarung Tenun Samarinda (Kalimantan Timur)

30. Lipa Sabbe (Sulawesi Selatan)

31. Batik Betawi (DKI Jakarta)

32. Tenun Corak Insang Kota Pontianak (Kalimantan Barat)

33. Lipa Saqbe Mandar (Sulawesi Barat)

Dari semua itu, dalam berita Okezone, dijelaskan bahwa ada beberapa kain yang sudah sulit ditemukan. Salah satunya adalah kain dari kulit kayu yang hanya bisa ditemukan di Kalimantan. Kelangkaan kain tersebut diketahui karena sudah langkanya pohon yang kulitnya dijadikan bahan baku pembuatan kain tersebut.

Nah, sebagai bentuk perlindungan warisan budaya, Kemendikbud bersama dengan pihak lainnya mengajak untuk sama-sama menjaga warisan ini agar tidak punah. Upaya yang bisa dilakukan adalah penetapan hak kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum dan HAM pada setiap kain nusantara yang ada di seluruh Indonesia, serta Kementerian Lingkungan Hidup memastikan bahan baku kain nasional tetap terjaga dengan baik.

BACA JUGA:

Menjadi kebanggaan bagi Indonesia adalah sudah banyak mata dunia yang melirik kain nusantara. Kecantikan, keindahan, dan histori di belakang kain menjadi nilai jual yang istimewa bagi mata asing untuk bisa memiliki kain nusantara.

Ada beberapa kain nusantara yang sudah mendunia. Okezone coba memberikan 5 contohnya, antara lain:

1. Tenun Ikat Ende

(Foto: Budayaindonesia)

Kain ini berasal dari Flores. Yang membuat kain ini spesial adalah warnanya yang cerah dan memiliki motif yang beragam. Selain itu, pembuatannya pun membutuhkan waktu sekitar 2-4 minggu dengan menggunakan alat tradisional menenun yang digunakan secaraturun temurun. Kain ini menjadi simbol cenderamata yang sering dibeli turis asing.

2. Songket Pandai Sikek

(Foto: Indonesiakaya)

Kain songket merupakan salah satu kain nusantara yang berasal dari Sumatera Barat. Kain yang cukup populer ini sebetulnya terinspirasi dari nama daerah dimana kain tersebut berasal. Motif kain ini sangat unik, yaitu motif kuno asli masyarakat Minangkabau. Yang mana, pembuatannya sendiri dilakukan secara tradisional dan diwariskan turun-temurun. Waktu pembuatannya pun diperkirakan bisa berbulan-bulan.

3. Tenun Ulap Doyo

(Foto: Wikipedia)

Masyarakat Dayak Kalimantan memiliki kain yang tak kalah cantik dari kain lainnya. Adalah tenun ulap doyo. Bahan dari kain ini adalah serat daun doyo yang memang banyak dijumpai di sana. Awalnya, kain tenun ini dijadikan sebagai baju adat masyarakat dayak. Namun, karena popularitasnya naik, kain ini sudah banyak dijumpai di item fashion kalangan elit.

Bicara mengenai motif tenunnya, tenun ulap doyo ini motifnya beragam. Namun, ada pakem yang biasanya diterapkan pengrajin, yaitu flora, fauna, bahkan mitiologi. Alat membuat kain tenun ini spesial, dinamakan Gedok.

4. Ulos Batak

(Foto: Antara)

Mungkin kain ini sudah tidak asing lagi namanya di telinga Anda. Publik figure kadang mengenakan kain ini di acara-acara tertentu. Bicara asal usul kainnya, ulas Batak berasal dari Sumatera Utara. Pada awalnya, kain ini digunakan untuk menghadiri upacara adat saja. Tapi, semakin berkembangnya zaman, kain ini sekarang digunakan sebagai item tambahan penampilan.

5. Kain Gringsing Bali

(Foto: Pranabaliart)

Bali menawarkan keindahan yang tak terbatas. Begitu juga dengan kain nusantaranya. Kain Gringsing Bali adalah kain yang cukup populer di mata turis asing. Pembuatan kain ini pun memakan waktu yang cukup lama yaitu 2-5 tahun. Hal ini terjadi karena kain ini terbilang cukup rumit. Karena prosesnya yang panjang, maka harganya pun tidak main-main. Tapi, pencinta kain tetap tertarik untuk memilikinya. (hel)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya