Komunitas Ayah di AS Kampanyekan Budaya Mengasuh Anak ke Kantor, Hasilnya Mengejutkan!

Vessy Frizona, Jurnalis
Jum'at 08 September 2017 07:11 WIB
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)
Share :

HAMPIR seluruh negara di dunia budayanya masih sering menganggap ayah sebagai pengasuh bayi yang kaku. Sementara, ayah di Amerika Serikat (AS) saat ini mengambil peran lebih besar dalam mengasuh anak-anak.

Sebuah penelitian dari Pew Research menunjukkan bahwa, pada 2014, ayah di AS dilaporkan menghabiskan waktu tiga kali lipat lebih banyak menjaga anak daripada ayah era 1960an. Para ayah milenial telah membantu mengubah budaya tempat kerja karena mereka berharap ayah lebih banyak terlibat secara mendalam bermitra dengan ibu untuk pengasuh anak.

Perubahan budaya itu terjadi dan berkembang cukup cepat. Semua itu berkat kerja sama sebuah perusahaan tissue dengan dua orang ayah Lance Somerfeld dan Matt Schneider yang telah menjalankan misi untuk cita-cita itu. Pada 2008, mereka mendirikan City Dads Group, sebuah komunitas online yang menawarkan pertemuan yang membahas pendidikan dan dukungan untuk calon ayah dan ayah di kota-kota di AS.

Baca Juga: Belajar dari Raja Prancis IV Mendekatkan Diri kepada Anak-Anak

Baca Juga: Ulang Tahun ke-7, Baiknya si Kecil Diberi Kado Edukatif! Seperti Apa Ya?

Matt dan Lance semula adalah guru di SD di Bronx. Ketika istri Matt hamil, ia memutuskan berhenti mengajar karena ingin terlibat mengasuh anak di rumah bersama istri. Ia berjanji akan kembali mengajar setelah lima tahun. Langkah Matt diikuti Lance dua tahun kemudian.

"Sungguh, itu keputusan yang paling masuk akal," kenang Lance. "Saya suka bekerja dengan anak-anak. Maka apa salahnya jika saya mendedikasikan waktu saya untuk anak sendiri,” ucapnya seperti dilansir Huffpost, Jumat (8/9/2017).

Ketika mereka memutuskan mengambil risiko dan tinggal di rumah sebagai pengasuh utama anak, mereka tidak punya pengalaman. "Pengalaman saya nol dalam mengasuh bayi yang baru lahir dan sangat ketakutan, namun semangat untuk terus melakukannya,” katanya.

Sementara Matt merasa keputusannya mengasuh anak adalah langkah tepat. “Menjadi orangtua baru itu harus tangguh. Tapi mengasuh anak adalah fase di mana saya merasa ada di tempat yang sangat baik,” ujar Matt.

Baca Juga: Bagaimana Mengasuh Anak yang Kepribadiannya Jauh Berbeda dengan Anda?

Baca Juga: Produktivitas Anak Tergantung pada Energinya, Yuk Pastikan Anak Cukup Istirahat Supaya Pintar di Sekolah

Dua sahabat ini kemudian berbagi pengalaman berharga mereka dalam mengasuh anak. Kemudian, dia ingin ayah lainnya dapat merasakan hal yang sama. Akhirnya mereka mulai memperluas jaringan mengajak ayah di luar sana melakukan apa yang telah mereka perbuat.

Sudah hampir 10 tahun berjalan, komunitas mereka berkembang. Mereka membuka kelas pengasuh bayi untuk para ayah. Kampanye dilakukan ke kantor-kantor. Mereka meminta para pekerja yang merupakan calon ayah atau sudah menjadi ayah meluangkan waktu untuk belajar mengasuh anak.

Matt dan Lance juga ingin menciptakan kesempatan pendidikan bagi masyarakat, seperti "New Dad Boot Camp." Di sana hadir pelatih untuk mengajarkan ayah menggendong anak. Kelas tersebut diharapkan dapat memberi pengalaman calon ayah menggendong, mengganti popok, atau memandikan bayi.

Komunitas yang berada di New York ini tumbuh dari mulut ke mulut. Baru-baru ini, salah satu topik penting yang sering dibahas oleh banyak ayah dalam kelompok tersebut adalah keseimbangan antara pekerjaan / kehidupan dan cuti ayah. Terlepas dari kenyataan bahwa banyak perusahaan sekarang menawarkan cuti kepada ayah, banyak pria merasa tidak bisa memanfaatkannya.

Anggota komunitas ini sekarang mencapai 1800 anggota. Mereka berharap kebijakan perusahaan menyesuaikan dengan kebutuhan ayah mendapatkan waktu untuk merawat anak tanpa teracam kehilangan pekerjaan.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya