Insomnia
Insomnia atau masalah tidur juga rentan dialami wanita yang memasuki usia menopause. Dia sering terbangun di malam hari atau malah bangun terlalu cepat di waktu pagi. Perasaan cemas kerap memicu insomnia pada saat wanita memasuki masa menopause.
Langkah sederhana untuk memperbaiki jam tidur yakni salah satunya dengan menghindari makanan dan minuman yang menyulitkan waktu tidur seperti coklat, kafein, atau alkohol.
Sering buang air kecil
Sering buang air kecil atau inkontinensia juga kerap dialami oleh wanita di masa pra-menopause. Anda mungkin telah mengalami kehilangan elastisitas jaringan uretra dan otot pelvis.
Untuk melawannya, coba sering-seringlah menghidrasi tubuh Anda. Lalu, hindari minuman beralkohol dan lakukan senam kegel agar otot Miss V tetap kencang.
BACA JUGA:
Infeksi saluran kemih
Selama menopause, beberapa wanita mungkin mengalami lebih banyak infeksi saluran kemih (ISK). Hal ini terjadi karena penurunan kadar estrogen dan perubahan saluran kemih, sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi.
Jika Anda merasakan dorongan terus-menerus ingin buang air kecil dan sensasinya seperti terbakar, konsultasi dengan dokter segera agar tak memicu dampak lainnya.
Menurunnya gairah seks
Jangan sampai Anda mengalami penurunan libido saat hendak memasuki masa menopause. Hal ini dapat dicegah dengan diri sendiri. Masalahnya, Anda bisa mengecewakan si dia ketika diajak bersenggama. Anda jadi tak bersemangat untuk menikmati momen itu.
(Renny Sundayani)