Waduh, Sering Makan Olahan Kedelai Bikin Susah Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Tiara Putri, Jurnalis
Senin 04 September 2017 12:10 WIB
Produk olahan kedelai (Foto: Independent)
Share :

DI beberapa negara, tahu dan tempe dikenal sebagai makanan khas Indonesia. Keduanya sama-sama berasal dari kacang kedelai. Banyak juga makanan dari Asia yang mengandung kacang kedelai. Kini, muncul anggapan baru yang mengatakan bahwa makanan yang mengolah kacang kedelai menyulitkan penurunan berat badan.

Tahun lalu aktris Blake Lively sempat menjadi sorotan saat mengungkapkan bahwa dia telah menghilangkan makanan yang mengandung kacang kedelai dari daftar menu sehari-hari agar maksimal dalam perannya di The Shallows.

“Setelah saya menghapus kedelai, saya sadar bahwa tidak ada makanan olahan. Kelihatannya sangat mudah untuk tidak makan kedelai. Tapi sebenarnya kedelai ada dalam berbagai makanan. Termasuk makanan sehat sekalipun. Jadi pada dasarnya itulah yang saya lakukan. Tidak ada makanan olahan dan kemudian berolahraga," ungkap Lively seperti yang dikutip dari Independent, Senin (4/9/2017).

BACA JUGA:

Kacang kedelai atau soya banyak digunakan pada makanan olahan antara lain burger, sosis, dan lasagna. Banyak produsen mengklaim makanan yang mengandung kedelai memiliki kandungan protein tinggi. Kedelai memang termasuk salah satu sumber protein.

Akan tetapi, ternyata kedelai bisa bertindak seperti estrogen yang membuat berat badan lebih sulit untuk turun. Kadar estrogen yang tinggi dapat menyebabkan kembung dan retensi air.

BACA JUGA:

Selain itu, ada fakta lain yang mengatakan dengan menghilangkan kedelai dari daftar makanan, maka akan banyak makanan olahan yang harus dihindari. Hampir semua makanan olahan mengandung gula yang cukup tinggi.

Menurut salah seorang ahli kesehatan, menghilangkan kedelai bisa memiliki hasil yang cepat juga di mana dalam waktu 5 hari bisa menurunkan berat badan. Namun seorang ahli gizi, Rhiannon Lambert menjelaskan bagaimanapun kedelai memiliki manfaat kesehatan.

"Kedelai sangat kontroversial dan tergantung dengan siapa hal tersebut ditanyakan. Setiap orang memiliki perspektif berbeda tentang kedelai. Dari perspektif nutrisi, kedelai memiliki beberapa manfaat yang besar. Kacang kedelai utuh mengandung banyak nutrisi dan harus dimasak sebelum dimakan. Kecuali jika kedelai belum menghasilkan edamame," kata Lambert.

"Kelemahan kedelai adalah makanan tersebut dapat mengandung beberapa phytate yang menghambat penyerapan nutrisi tertentu. Tapi, kolestrol berkaitan dengan penurunan kolesterol jahat. Pada dasarnya untuk setiap penelitian yang menunjukkan bahaya dari kedelai meliputi penyakit atau gangguan hormonal, ada juga penelitian yang menunjukkan manfaat," tambah Lambert menjelaskan.

Lambert menunjukkan di Asia orang telah makan kedelai selama bertahun-tahun. Hasilnya orang Asia memiliki salah satu populasi penuaan paling sehat di dunia.

"Secara pribadi, berpegang pada produk kedelai fermentasi seperti miso dan beberapa kacang edamame yang enak seharusnya tidak menimbulkan masalah bagi tubuh dan tidak perlu sampai harus menghilangkannya. Makan tahu beberapa kali selama seminggu tidak langsung berefek drastis pada berat badan," tutur Lambert.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya