SEHARI sebelum Idul Adha biasanya dinamakan dengan Hari Arafah atau 9 Dzhulhijjah. Beberapa keterangan menyebutkan bahwa hari ini banyak pahala yang melimpah. Keutamaan-keutamaan itu lah yang banyak diincar umat Islam di dunia.
Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa malam yang dikenal dengan Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, tidaklah kita ketahui kapan persisnya terjadi. Tetapi, pada Hari Arafah, Anda sudah tahu kapan percisnya waktu itu datang.
Jika pada Lailatul Qadar yang turun adalah para malaikat, ketahuilah bahwa pada Hari Arafah, tepatnya jatuh pada hari ini, Allah SWT lah yang akan turun. Seperti yang dijelaskan oleh Ustad Musyafa Abdur Rahim.
BACA JUGA:
Ustad Musyafa menuturkan, kemuliaan itu juga yang membuat para salaf menabung seluruh keperluan (hajat, Red) khas mereka, juga keperluan umat secara umum, ditabung untuk dibuka pada Hari Arafah ini.
Hal itu dilakukan untuk mengingat betapa besar dan agung kemurahan Allah SWT pada Hari Arafah ini. Juga, betapa Allah SWT akan meng-ijabah segala macam do’a yang dipanjatkan para hamba-Nya di hari Arafah ini.
"Betapa banyaknya keinginan dan cita-cita aka terwujud pada hari Arafah ini. Betapa banyaknya harapan akan terwujud pada hari Arafah ini. Betapa banyaknya do’a akan terkabul pada hari Arafah yang penuh berkah ini," tulisnya dalam pesan singkat yang diterima Okezone, Kamis (31/8/2017).
Maka dari itu, Ustad Musyafa menyarankan, jika memungkinkan bagi Anda untuk berkhalwat, menyendiri minimal pada sore Hari Arafah, berdzikir, berdo’a, beristighfar, dan membaca Al-Qur’an, maka lakukanlah. "Minimal pada sore Hari Arafah, mulai dari selesai shalat Ashar sampai maghrib," tambahnya.