Secara detail, peneliti melihat pada kedua kelompok responden, menunjukan data rendahnya penambahan massa tubuh baik itu pada laki-laki maupun perempuan. Kemudian, pada pengujian lingkar pinggang dan panggul, didapati hasil yang serupa. Sehingga, bisa dikatakan, mereka yang banyak makan pasta tidak cukup berpengaruh terhadap bentuk tubuhnya.
Baca Juga: Mana yang Lebih Tepat, Makan Berat Dulu atau Buah?
Salah satu faktor terjadinya kejadian itu adalah komposisi dari pasta itu sendiri. Karbohidrat yang terkandung di dalam pasta diyakini tidak begitu berpengaruh besar terhadap massa tubuh manusia. Makanya, pada diet Mediteranian, pasta dianjurkan sebagai makanan pokoknya. Sebab, sumber gizi tersebut diketahui rendah kalori.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Konsumsi pasta dengan pangan pendampingnya juga tetap perlu dipertimbangkan. Asupan pendamping pasta yang bergizi baik dan tentunya sehat menjadi point utama. Sebab, jika pasta dikonsumsi dengan makanan berkalori tinggi, tentunya akan berdampak pada massa tubuh. Jadi, tetap harus pilih-pilih makanan pendampingnya, ya.
Baca Juga: Tidak Hanya Fit, Gaya Hidup Sehat Memperpanjang Usia hingga 7 Tahun
(Vien Dimyati)