DZULHIJJAH merupan bulan yang mulia. Di Indonesia, 1 Dzulhijjah 1438 Hijriah telah ditetapkan jatuh pada Rabu 23 Agustus 2017, sementara Hari Raya Idul Adha 1 September 2017.
Berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Ibnu Abbas Radhiyallahu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada hari dimana amal saleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.
Kemuliaan bulan Dzulhijjah ialah terdapat ladang pahala berlimpah bila mengerjakan amal saleh. Rasulullah telah mencontohkan semasa beliau hidup. Berikut ini beberapa amalan yang dapat dilakukan di bulan Dzulhijjah sesuai sunnah berdasarkan penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.
Bertakbir
Takbir terdapat dua macam, yaitu takbir mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mutlak dikerjakan kapan saja kita ingin melakukannya, dan dimulai semenjak awal bulan Dzuhijjah sampai tanggal 13. Sementara muqayyad yaitu takbir yang dilakukan setelah salat berjamaah atau salat fardhu.
Adalah Ibnu Umar dan AbuHurairah radhiyallahu 'anhuma, apabila telah masuk sepuluh awal bulan Dzulhijjah, mereka pun bertakbir. Bahkan mereka pergi ke pasar sehingga orang-orangpun ikut bertakbir. Akhirnya pasar penuh dengan gema bertakbir. Disyari'atkan dimulai dari semenjak pagi hari tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 sore hari yaitu waktu salat Ashar.
(Baca Juga: Bergembira Memasuki Bulan Dzulhijjah, Dulang Kesempatan Raih Pahala Berlimpah)
Berpuasa
Ada perberbedaan pendapat di antara para ulama, apakah boleh kita berpuasa dari tanggal 1 - 9. Namun pendapat yang kuat, diperbolehkan sesuai riwayat berikut.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْر...